Beratnya Hidup Masyarakat Desa Patingke dalam Kesulitan Air Bersih dan Tidak Memiliki MCK
Air bersih menjadi masalah di Desa Patingke, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Desa Patingke memiliki 7 dusun, 3 dusun di antaranya tidak memiliki jaringan air dan MCK, tepatnya di dusun 5, 6, dan 7. Warga masyarakat dusun selama ini mengandalkan sumber air yang berada di atas bukit yang jaraknya cukup jauh, kurang lebih 2 KM. Masyarakat di sana setiap hari harus memikul derijen dan menaiki bukit untuk mengambil air bersih.
Masyarakat Desa Patingke memenuhi kebutuhan airnya dengan cara mengambil ke sumber air atau membuat jaringan instalasi secara sederhana dengan potongan bambu. Menjadi hal yang sangat ironis karena masyarakat di sana tidak memiliki MCK.

(Bersama Bantu Mereka untuk Kemudahan Air Bersih)
Atas dasar informasi awal dari tokoh masyarakat di sana, yaitu Ustadz Ramli, tim BWA melakukan survey awal dengan mengunjungi Desa Patingke. ”Memang kondisi sekarang ini di dusun 5 ada 70 KK, dusun 6 berjumlah 70 KK, dan di dusun 7 memiliki 30 KK. Jadi kira-kira sebanyak 170 KK tidak memiliki jaringan air dan tidak memiliki MCK,” ujar Ustadz Ramli.

(Selama Ini Air Dialirkan Secara Sederhana dengan Potongan Bambu)
Melihat kondisi yang memprihatinkan ini BWA mengajak para wakif untuk bersama meringankan kesulitan air bersih di Desa Patingke, dengan merealisasikan wakaf sarana air bersih untuk warga masyarakat di sana.

(Anak-anak di Desa Patingke Butuh Air Bersih)
Rencana Project
Dari hasil survey di Dusun 5, 6 & 7 Desa Patingke ini, BWA melalui program WAFP merencanakan pekerjaan proyek WAFP, sebagai berikut:
Semoga Allah SWT mempermudah apa yang kita rencanakan untuk meringankan kesulitan air bersih di Desa Patingke, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong – Sulawesi Tengah. Untuk itu para wakif sekalian mari berwakaf di BWA.
Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:
Rp.2.350.000.000
Partner Lapang:
Ustadz Ramli
#BWA #InovasiWakaf #WAFP #WakafSaranaAirBersih #ParigiMotong #SulawesiTengah