Inilah cara bagaimana seorang fakir bisa bersedekah

Alkisah pada masa Rasulullah SAW, ada seorang faqir bernama Ulbah bin Zaid. Saat itu ia merasakan kegelisahan yang cukup besar. Lantaran banyak kaum muslimin sedang sibuk bersedekah untuk mendukung perang kedua melawan bangsa Romawi, yang dikenal dengan Perang Tabuk. Para saudagar kaya menyumbang hartanya, sedangkan orang-orang memiliki senjata maupun zirah dan memberikannya kepada prajurit yang siap berjihad.

Saat itu Rasulullah hanya membolehkan kaum muslimin yang memiliki kendaraan saja yang boleh ikut berperang dikarenakan jauhnya tempat untuk berperang. Maka seketika itu juga para muslimin yang dari daerah lain berdatangan ke Madinah untuk mengumpulkan kekuatan. Mereka sangat berkeinginan untuk mendapatkan surga Allah lewat berjihad. Tak hanya berjuang di medan perang, Rasulullah juga mengajak para dermawan untuk menginfakkan harta mereka guna keperluan pasukan yang akan berangkat ke medan perang. Peristiwa tersebut dikenal dengan nama Jaisyul Usroh.

Sementara Ulbah bin Zaid yang merupakan suku Anshor hanya bisa tertunduk dan bersedih karena ia merupakan seseorang yang tak memiliki harta sedikit pun untuk diinfaqkan. Yang ia bisa hanyalah menyaksikan kesibukan kaum muslimin yang sedang menyiapkan persenjataan seperti baju besi, tombak dan mempersiapkan kendaraan seperti kuda dan unta. Semakin sedihlah ia melihat kesibukan muslimin yang lain.

Pagi itu ketika selesai shalat subuh, Rasulullah memberi nasehat kepada kaum muslimin bahwa barang siapa yang mempersiapkan peperangan tersebut, maka baginya surga. Semakin bingung bercampur sedihlah Ulbah dengan seruan Rasulullah tersebut. Bagaimana tidak, Rasulullah telah memberi jaminan surga kepada setiap muslimin yang akan ikut berperang dan berderma untuk berbagai keperluan perang. Sementara dirinya tak bisa ikut berperang apalagi memiliki harta untuk didermakan. Artinya, ia tidak mungkin mendapatkan imbalan itu.

Para sahabat yang mulai berdatangan untuk menderma diantaranya Abu Bakar  yang menyerahkan 4000 dirham untuk Rasulullah. Umar pun datang dengan membawa 1000 dinar untuk keperluan peperangan tersebut. Para sahabat yang lain tak kalah banyak memberikan apa mereka miliki kepada Rasulullah.

Sepanjang hari ia lalui dengan kegundahan, sampai malam datang dan ia hanya bisa terbaring di atas tikar lusuh sambil meratapi kesedihannya. Kemudian, Ulbah beranjak dan mengambil wudhu untuk melaksanakan salat malam. Dengan isak tangis, ia berdoa:

"Ya Allah, Engkau memerintahkan berjihad, sedangkan Engkau tidak memberikan aku sesuatu yang dapat aku bawa berjihad bersama Rasul-Mu dan Engkau tidak memberikan di tangan Rasul-Mu sesuatu yang dapat membawaku berangkat. Maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah bersedekah kepada setiap muslim dari semua perbuatan dzolim mereka terhadapku dari perkara harta, raga, dan kehormatan."

 

"Ya Allah, tidak ada yang dapat aku infakkan sebagaimana yang lainnya telah berinfaq. Seandainya aku memiliki seperti yang mereka punya, aku akan lakukan untuk-Mu, demi jihad di jalan-Mu. Yang aku punya hanyalah kehormatan. Kalau Engkau bisa menerimanya, maka saksikanlah bahwa semua kehormatanku telah aku sedekahkan untuk-Mu malam ini!"

Malam pun berganti dan Ulbah mengikuti shalat subuh sebagaimana biasanya yang diimami oleh Rasulullah. Ia mulai bisa menghilangkan tangisannya, namun Allah tidaklah menyia-nyiakan apa yang telah dipanjatkannya.

Dengan izin Allah, malaikat Jibril langsung Allah utus kepada Rasulullah untuk menceritakan tentang Ulbah. Maka Rasulullah kemudian bersabda, “Siapa yang tadi malam telah bersedekah? Hendaklah ia berdiri.”

Semua jamaah saling berpandangan, merasa tidak melakukan hal itu. Pun dengan Ulbah. Kemudian Rasulullah menghampiri Ulbah dan berkata, "Bergembiralah Ulbah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya sedekahmu tadi malam telah ditetapkan sebagai sedekah yang diterima."

Kisah Ulbah bin Zaid menjadi inspirasi bagi kaum Muslim bahwa bersedekah tidak perlu dalam bentuk materi, melainkan dalam bentuk apapun. Sumbangkan tenaga jika kamu mampu, sumbangkan benda jika memiliki. Jika situasi seperti Ulbah kamu alami, senyuman dan tasbih dengan ikhlas juga akan diterima oleh Yang Maha Kuasa.

Alllah swt tidak akan mempersulit hamba-Nya untuk melakukan kebaikan. Maka, kita harus bersyukur dan segera memulai bersedekah demi mengharap surga-Nya.

Wallahu a’lam