Inilah perpustakaan yang dibangun dengan wakaf

 

Prof Raghib as-Sirjani dalam Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia (tahun 2009) sampai-sampai berpendapat, tidak ada yang satu masyarakat pun di atas kaum Muslimin dalam hal kecintaan terhadap buku dan perhatian terhadap perpustakaan.

Lebih lanjut, menurutnya, dunia literasi pada zaman modern sekarang merupakan hasil perkembangan yang telah dirintis umat Islam sebelumnya. Para sultan Muslim di masa lampau telah menghadirkan berbagai macam perpustakaan di Asia, Eropa, dan Afrika, yang pada akhirnya menginspirasi bangsa-bangsa non-Muslim.

As-Sirjani membuat klasifikasi tentang perpustakaan dalam konteks peradaban Islam. Pertama, perpustakaan akademi. Sepemahamannya, jenis inilah yang paling masyhur. Contohnya adalah Baitul Hikmah di Baghdad.

Buku-buku dari berbagai bahasa berjajar rapi di dalam rak. Jumlahnya tak hanya ratusan, tapi hingga berjuta-juta banyaknya! Masya Allah dan seluruh koleksi ilmu pengetahuan tersebut disimpan dengan apik di Baitul Hikmah, pusat literasi modern pertama di dunia yang dibangun dari dana wakaf. Pun pada masa itu, ilmu agama, kesenian, industri, hukum, literatur, navigasi, filsafat, sains, sosiologi, dan teknik mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Didirikan di jantung kota Bahgdad oleh Khalifah Harun Ar Rashid pada tahun 813 M, Baitul Hikmah tak hanya berperan sebagai perpustakaan semata, bahkan lebih menyerupai universitas. Di sana menjadi tempat bertemunya para intelektual, pusat kajian dan diskusi, sanggar terjemah, laboratorium penelitian, hingga tempat penerbitan buku. Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang ilmu eksakta saja, ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadits, Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain juga mengalami perkembangan signifikan.

Wallahu a’lam