Jadilah Pembeli yang dirindukan surga

Dikisahkan dari kitab Mausû’atul Akhlâq waz Zuhdi war Raqâiq (juz i) karya Yasir ‘Abdur Rahman dalam sub-bab ar-Rahmah bil Muhtâjîn (berkasih sayang kepada orang-orang yang membutuhkan) Kisah antara Imam Abu Hanifah dengan wanita penjual kain sutera. 

Imam Abu Hanifah di datangi oleh seorang wanita yang membawa pakaian sutera di tangannya. Wanita ini bermaksud menjual kain mewah tersebut kepadanya.  Mari kita simak percakapan keduanya

“Berapa harganya ?”  Tanya Imam Abu Hanifah

“Seratus Dirham.”

“Tidak, nilai barang ini lebih dari seratus dirham.”

Wanita tersebut heran. Lazimnya pembeli selalu menawar barang dagangan dengan harga lebih murah. Tapi yang dilakukan oleh Ulama besar tersebut aneh.

Kemudian wanita itu menaikkan harga jualnya menjadi empat ratus dirham.

“Bagaimana jika harga barang itu lebih mahal lagi ?” tanya Imam Abu Hanifah kembali

“Anda bercanda?” Tanya wanita itu dengan penuh heran dan tercengang dengan sikap sang Imam

“Datangkanlah seorang ahli untuk menaksir harganya!” pinta Imam Abu Hanifah

Wanita tersebut akhirnya mendatangkan seorang laki-laki. Laki-laki tersebut berkata “Pakaian sutera ini seharga lima ratus dirham”.

Imam Abu Hanifah lantas membayarnya kontan dengan harga lima ratus dirham. Ia paham bahwa wanita tersebut menjual kain suteranya  karena sedang sangat membutuhkan uang.

Sebuah kisah yang menawan. Dimanakah kita bisa menemukan kembali orang-orang yang bermuamalah untuk saling memuliakan dan membahagiakan saudaranya seperti itu ?

Apa yang dilakukan Imam Abu Hanifah adalah di luar logika pada umumnya tentang untung-rugi dalam sudut pandang materi. Sang imam sebenarnya punya kesempatan untuk memanfaatkan keluguan perempuan tersebut, lalu meraup keuntungan yang melimpah. Namun karena tingginya akhlak beliau, membuatnya bersih dari eksploitasi pikiran semacam itu.

Semoga kisah ini menjadikan inspirasi bagi kita untuk tidak hanya melihat dari untung-rugi saja yang diperhatikan bagi kita saat melakukan pembelian ternyata adanya kesempatan meraih pahala di saat kita menjadi pembeli. Membeli bukan karena butuh dan membeli untuk membantu.

Wallahu a’lam