KEUTAMAAN WAKAF AL-QUR’AN

KEUTAMAAN WAKAF AL-QUR’AN

Wakaf Al Qur’an merupakan amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf sudah meninggal dunia; wakaf termasuk ke dalam amal jariyah atau amalan yang tidak putus pahalanya bagi orang yang beramal mewakafkan harta bendanya di jalan Allah Swt.

Al Qur’an merupakan mukzijat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW yang hingga saat ini masih ada. Al Qur’an memiliki keutamaan bagi pembacanya juga bagi pewakaf Al Qur’an. Untuk itu, Wakaf Orang Indonesia mengedukasi umat untuk berwakaf Al Qur’an lewat Badan Wakaf Al Qur’an yang akan di salurkan kepada umat Islam yang membutuhkan yang berada di pelosok Nusantara.

Rasululllah saw bersabda yang artinya:

Jika manusia mati, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak salih yang mendoakannya. (HR Muslim, Abu Dawud, al-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ahmad).

Lafazh shadaqah jariyah dalam hadits ini sifatnya umum mencakup segala sedekah yang manfaatnya terus berjalan seperti wakaf, wasiat, sedekah, dan lain-lain. Menurut Taqiyuddin Abu Bakar al-Husaini, para ulama membawa pengertian shadaqah jariyah di sini untuk wakaf.

Di samping itu, juga ada beberapa dalil yang secara khusus berkenaan dengan wakaf. Di antaranya adalah hadits dari Ibnu Umar ra yang berkata, yang artinya:

Umar bin al-Khaththab ra pernah mendapatkan (harta rampasan perang berupa) tanah di negeri Khaibar. Kemudian dia datang kepada Rasulullah saw untuk meminta pendapat beliau tentang harta tersebut. Umar ra bertanya: “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mendapatkan harta rampasan perang yang belum pernah aku dapatkan yang lebih berharga daripada tanah di negeri Khaibar ini. Apa yang engkau perintahkan kepadaku dalam perkara ini?” Nabi saw bersabda: “Kalau engkau mau, engkau wakafkan tanah itu, dan engkau sedekahkan (manfaat, kegunaan) tanah itu” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain, Rasulullah saw juga bersabda, yang artinya;Sesungguhnya di antara perbuatan dan kebaikan-kebaikan yang akan mengikuti seorang Mukmin setelah kematiannya adalah ilmu yang diajarkannya, anak shaleh yang ditinggalkannya, mushhaf yang diwariskannya, masjid yang didirikannya, rumah yang didirikannya untuk ibnu sabil, sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dikeluarkan dari hartanya sewaktu sehatnya dan hidupnya; semuanya akan mengikutinya setelah kematiannya (HR Ibnu Majah).

Uraian Salah satu dari 7 (tujuh) Amal Jariyah sesuai dalil tersebut di atas.

Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat – Baik pendidikan formal maupun nonformal, semisal diskusi, ceramah, dakwah, termasuk amalan berupa tulisan buku yang berguna dan mempublikasikannya.

Mendidik anak hingga menjadi anak yang salih/salihah – Anak yang salih dan salihah akan senantiasa beramal kebajikan di dunia. Dalam hadis dijelaskan; kebaikan yang dilakukan oleh anak saleh pahalanya terus mengalir hingga sampai kepada orang tua yang mendidiknya meskipun keduanya telah wafat dengan tanpa mengurangi bobot pahala yang diterima oleh orang yang beramal (anak).

Mewariskan mushaf (alquran dan buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri, keluarga dan masyarakatnya.

Menyedekahkan sebagian harta – Orang yang beramal dengan menyedekahkan sebagian hartanya dengan penuh keikhlasan maka akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

Demikian juga yang dilakukan Utsman bin ‘Affan ra. Ketika Nabi saw datang di kota Madinah dan tidak menjumpai sumber air yang enak rasanya selain air sumur ‘Raumah’. Utsman bin ‘Affan ra berkata, Rasulullah saw bersabda, yang artinya:

Barangsiapa yang mau membeli sumur Raumah kemudian dia menjadikan embernya bersama ember kaum muslimin, maka dia akan mendapat balasan lebih baik dari sumur itu di surga. Utsman berkata, “Aku pun membelinya dari harta pribadiku” (HR al-Nasai dan al-Tirmidzi).

Hikmah Wakaf

-    Menebar Kalamullah, membumikan Al Qur’an

-    Sebagai pembuka jalan beribadah kepada Allah Swt.,

-    Mengajak muslim untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan (fastabikul khairat),

-    Memberikan pahala yang mengalir terus-menerus meskipun orang yang beramal saleh tersebut telah wafat,

-    Demi kebaikan Islam,

-    Membantu mengurangi beban susah fakir miskin serta anak yatim.

Mari kita semua berwakaf Al Qur’an, untuk bekal kita kelak di akhirat.

Demikian yang dapat disampaikan, Semoga kehadiran WOI.OR.ID  menambah pengetahuan tentang cara “Keutamaan Wakaf Al Qur’an” Semoga bermanfaat dan menjadi amal jaryah.

 Aamiin.

 

Wallahu a'lam