Membentuk Karakter Kedermawanan Melalui Infak Dan Sedekah

Membentuk Karakter Kedermawanan Melalui Infak Dan Sedekah

Agama Islam mengajarkan untuk saling menyayangi dan mengasihi terhadap sesamanya. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda ada yang memiliki karakter dermawan ada pula yang kikir. Seseorang yang berjiwa pengasih dan penyayang dirinya akan dekat dengan Allah dan Rasulullah dan semua orang disekitarnya. Hidup ini terasa indah jika semua orang dapat saling mengasihi satu sama lain.

Dalam dunia pendidikan penanaman kedermawanan sangatlah penting ditanamkan pada setiap jenjang pendidikan terutama pada peserta didik agar kelak menjadi manusia yang memiliki kepekaan sosial. Allah SWT, mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak manusia. Hal ini sesuai firman Allah SWT :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab [33] : 21)

Berdasarkan ayat di atas menerangkan bahwa Rasulullah SAW merupakan suri teladan yang baik dan Islam memerintahkan kepada umatnya untuk meneladani perilaku Rasulullah dan mengikuti sunah-sunahnya dalam kehidupan sehari-hari. Khusunya dalam dunia pendidikan menanamkan karakter yang baik pada peserta didik baik saat pembelajaran maupun pada kegiatan ektrakulikuler.

Pada masa permulaan dakwah Islam, Nabi Muhammad SAW tidak hanya membangun sisi tauhid, tetapi juga membangun sendi dan pilar akhlak mulia. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia." (HR. Baihaqi dan Al-Hakim).

Anas RA berkata, "Sungguh, Rasulullah SAW benar-benar manusia dengan akhlak paling mulia. (HR Bukhari-Muslim).

Anas juga berkata, "Selama sepuluh tahun aku berkhidmat kepada beliau (Rasulullah), aku tidak pernah mendengar beliau mengucapkan kata "Ah", sebagaimana beliau tidak pernah mempertanyakan apa yang kau kerjakan, 'Kenapa kamu mengerjakan ini? atau 'Bukankah seharusnya kamu mengerjakan seperti ini?" (HR Bukhari-Muslim).

Jadi, suatu bangsa yang maju dan berhasil itu ditentukan oleh kuwalitas dan karakteristik bangsa itu sendiri, melalui sistem pendidikan yang mencetak setiap (output) peserta didik selain, pintar secara akademis juga pintar dalam pengaplikasikannya, cerdas secara lahiriyah dan batiniyah. Dan dalam agama Islam telah di sebutkan bahwa Rasulullah SAW pembawa risalah agama Islam yaitu, untuk menyempurnakan akhlak manusia serta sebagai Uswatun Khasanah.

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Kedermawanan sangat dianjurkan dalam Agama Islam.

 Alloh SWT berfirman :


مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.  (QS. Al Baqarah [2] : 261)

Ayat di atas memiliki pengaruh yang besar dalam memotivasi diri seorang hamba terutama menanamkan kepada peserta didik untuk berderma melalui kegiatan infak dan sedekah yang dilakukan disekolah. Karena Allah akan melipat gandakan tanpa batas, dari kasih sayang-Nya dan pemberian rezeki dari-Nya yang tiada habisnya. Rasulullah SAW merupakan cerminan pribadi yang suka memberi kepada siapa pun.

Dari Anas radhiallahu ‘anhu berkata, “Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimintai sesuatu atas keislaman, melainkan beliau akan memberikannya, sungguh seseorang telah datang kepada beliau, lalu beliau memberikan kepadanya domba yang berada di antara dua gunung, kemudian orang tersebut kembali kepada kaumnya seraya berkata, ‘Wahai kaumku, masuklah kalian ke dalam Islam, karena Muhammad itu memberikan pemberian kepada orang yang tidak takut akan kemiskinan’.” (HR. Muslim)

Dari hadits di atas dapat dipahami bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kepada umat Islam untuk berderma, ketika Beliau dimintai sesuatu, Beliau tidak pernah menjawab tidak dan Rasul selalu memberi.Hal ini mencerminkan bahwa Islam memerintahkan kepada umatnya untuk suka memberi, dan Rasulullah SAW merupakan teladan bagi umat Islam untuk mencintai perilaku berderma kepada siapa saja.

 

Demikian yang dapat disampaikan, Semoga kehadiran WOI.OR.ID  menambah pengetahuan tentang cara “Membentuk Karakter Kedermawanan Melalui Infak Dan Sedekah” Semoga bermanfaat dan menjadi amal jaryah.

 Aamiin.

 

Wallahu a'lam