Meneladani Infaqnya Utsman bin ‘Affan radhiyallahu anhu

 

Meneladani Infaqnya Utsman bin ‘Affan radhiyallahu anhu

Pembaca yang dermawan, alhamdulillah, bulan suci Ramadhan sudah di hadapan kita. Tentunya kita akan menyambutnya dengan penuh suka cita. Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam mengisi bulan suci ini, salah satunya dengan cara memaksimalkan berinfak.

Menginfakkan sebagian harta yang kita miliki merupakan sebuah amanah  dari Allah kepada kita atas rezeki pemberian Allah yang dititipkan kepada kita. Berinfaq merupakan amal sholih yang menuntut keikhlasan niat dengan mengharap pahala di sisi Allah. Seorang mu’min harus mencegah dirinya dari hal-hal yang dapat menggugurkan seluruh kerja dan aktifitasnya, sebuah amalan yang dilandasi keikhlasan yang besar dan sempurna, tentu juga akan mendapatkan balasan yang besar dan sempurna pula.

Kalau kita buka dan baca ayat-ayat suci al-Qur`an, pembaca akan bertemu banyak ayat al-Qur’an yang menyuruh kita berinfak, menjelaskan karakter calon penghuni surga salah satunya gemar berinfak, orang yang benar imannya suka berinfak, keutamaan infak, pokoknya banyak sekali bertebaran ayat maupun hadis yang menjelaskan anjuran serta perintah berinfak.

Berikut ini salahsatu ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan infaq.

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُواأَنْفِقُوامِنْطَيِّبَاتِمَاكَسَبْتُمْوَمِمَّاأَخْرَجْنَالَكُمْمِنَالْأَرْضِۖوَلَاتَيَمَّمُواالْخَبِيثَمِنْهُتُنْفِقُونَوَلَسْتُمْبِآخِذِيهِإِلَّاأَنْتُغْمِضُوافِيهِۚوَاعْلَمُواأَنَّاللَّهَغَنِيٌّحَمِيدٌ

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Al-Baqarah (2) : 267)

Untuk berinfaq kita dapat meneladani para sahabat Rasulullah, seperti  Utsman bin ‘Affan. Sosok lembut dan pemalu ini pernah membeli sumur Yahudi untuk keperluan kaum Muslimin. Dengan naluri bisnisnya, sumur yang mulanya dibeli separuh bisa ditebus seluruhnya dengan harga yang murah. Inilah sosok saudagar yang diberkahi; kecerdasannya digunakan untuk memperjuangkan kalimat Allah Ta’ala.

Dalam sebuah kesempatan, ‘Utsman datang kepada Nabi untuk menginfaqkan 300 ekor unta dengan perlengkapannya. Ditambah lagi dengan memberikan perbekalan bagi sepertiga pasukan jihad. Lepas itu, ia pulang dan kembali datang dengan menenteng 1000 Dinar yang dibungkus dengan kain.

Semuanya diserahkan tanpa banyak berpikir. Ikhlas karena Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Karenanya, Nabi bersabda tentang sosok yang dua kali menjadi menantunya ini sebagaimana diriwayatkan Imam at-Tirmidzi, “Perbuatan apapun yang dilakukan ‘Utsman setelah ini, maka tidak akan membahayakannya.”

Masih banyak infaq yang diberikan oleh ‘Utsman di jalan dakwah. Tetapi satu fakta di atas cukuplah menjadi pemikiran kita; berapa persen harta yang kita infaqkan jika dibandingkan dengan seluruh infaqnya ‘Utsman bin ‘Affan di jalan Allah?

Semoga kehadiran WOI.OR.ID  menambah pengetahuan tentang  “Meneladani Infaknya Utsman bin ‘Affan radhiyallahu anhu” Semoga  bermanfaat dan menjadi amal jaryah. Aamiin.


Wallahu a'lam