PERAN WAKAF UNTUK MENGANTISIPASI ISTIDRAJ

PERAN WAKAF UNTUK MENGANTISIPASI ISTIDRAJ

Apakah Anda pernah mendengar kasus, perseteruan karena warisan, ternyata masih banyak kasus sengketa waris di Indonesia, hanya karena pewaris (orang yang memiliki harta) tidak melakukan distribusi kekayaan dengan benar. Dalam ilmu perencanaan keuangan, distribusi kekayaan adalah hal penting yang seharusnya dipersiapkan oleh seluruh pewaris (dalam kasus ini orang tua). Gara-gara masalah waris, hubungan sebuah keluarga bisa menjadi hancur. 

Bahkan tidak sedikit orang yang memperebutkan warisan sampai minta tolong ke orang pintar, melakukan ritual supaya semua warisannya ia dapatkan sepenuhnya. Ia tempuh jalan kesyirikan –lewat ritual dan benar ia dapatkan semuanya. Ketahuilah bahwa mendapatkan limpahan kekayaan seperti itu bukanlah suatu tanda kemuliaan.

Bahkan tidak sedikit orang yang mendapatkan warisan mengalami perubahan karakter yang awalnya biasa saja tetapi mereka terbuai suka hura-hura, sombong, egois dikarenakan banyak harta, namun itu adalah istidraj. Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)

Dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 141) disebutkan, “Ketika mereka meninggalkan peringatan yang diberikan pada mereka, tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, Allah buka pada mereka segala pintu nikmat sebagai bentuk istidraj pada mereka. Sampai mereka berbangga akan hal itu dengan sombongnya. Kemudian kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Lantas mereka pun terdiam dari segala kebaikan.”

Syaikh As Sa’di menyatakan, “Ketika mereka melupakan peringatan Allah yang diberikan pada mereka, maka dibukakanlah berbagi pintu dunia dan kelezatannya, mereka pun lalai. Sampai mereka bergembira dengan apa yang diberikan pada mereka, akhirnya Allah menyiksa mereka dengan tiba-tiba. Mereka pun berputus asa dari berbagai kebaikan. Seperti itu lebih berat siksanya. Mereka terbuai, lalai, dan tenang dengan keadaan dunia mereka. Namun itu sebenarnya lebih berat hukumannya dan jadi musibah yang besar.” (Tafsir As Sa’di, hal. 260).

Pada dasarnya warisan adalah peninggalan dari orang tua yang sudah wafat, yang harus di manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena dengan warisan itu bisa menjadi ladang amal bagi pewaris dan penerima hak waris, tergantung di pergunakan untuk ketaatan atau untuk kemaksiatan.

Namun ada juga orang yang ingin menggunakan harta waris untuk ladang ibadah tetapi keterbatasan ilmu , sehingga ia tidak mampu untuk mengelolanya. Akhirnya harta waris ia serahkan kepada lembaga wakaf untuk di pergunakan kepentingan umat, seperti mushola,mesjid,madrasah dan yang lainnya.

Selain di pergunakan untuk kepentingan umat, wakaf juga dapat mencegah jebakan duniawi seperti istidraj. karena jika kita masuk jebakan dunia jarang ada orang yang kuat untuk mengontrol pemikirannya, yang ada perasaan yang menguasai diri kita.

Seperti penjelasan di atas, ternyata banyak sekali hal yang harus dipikirkan saat akan mendistribusikan atau membagikan warisan kepada para ahli waris, dan ahli waris juga harus merencanakan pemanfaatannya.  Jangan sampai  meninggalkan bom waktu yang dapat menghancurkan tali kekeluargaan, mendatangkan masalah keuangan untuk ahli waris dan lain sebagainya.

 

Demikian yang dapat disampaikan, Semoga kehadiran WOI.OR.ID  menambah pengetahuan tentang “Peran Wakaf Untuk Mengantisifasi Istidraj” Semoga bermanfaat dan menjadi amal jaryah.

 Aamiin.

 

Wallahu a'lam