Perhatian ! Sudahkah anda bersedekah hari ini ?

Alloh Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

 “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (Qs. Al-Munafikun:10)

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

"Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." (QS. Adz-Dzariyat:19)

Sedekah merupakan suatu pemberian dari seseorang kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Oleh karena itu, istilah sedekah lebih luas dari zakat dan infaq. Sedekah merupakan bukti iman dan ketaatan manusia kepada Allah SWT.

Islam sangat menganjurkan  kepada seluruh umatnya untuk senantiasa berbagi rejeki dan harta dengan orang lain, terutama kepada fakir miskin, anak yatim, dan siapapun yang membutuhkan selain mendapatkan ganjaran pahala di akhirat juga banyak memiliki manfaat di dunia. Bersedekah itu dapat berbentuk apa saja, tidak terbatas dengan uang sebagaimana Hadist Nabi yang berbunyi “kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu” (HR Bukhori)

Beberapa keutamaan dan manfaat dari bersedekah, antara lain:

  1. Menghapus dosa-dosa

Rasululloh SAW bersabda : “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api“. (H.R Tirmidzi)

Semua anak adam pastinya pernah melakukan dosa baik kecil maupun besar, baik di sengaja ataupun tidak disengaja. Manusia sering kali lupa sehingga terkadang terjerumus ke dalam dosa dan maksiat tidak terkecuali kita. Di Sisi lain, Alloh subhanahu wata’ala membuka berbagai macam jalan untuk menghapuskan dosa yang kita lakukan salah satunya dengan cara bersedekah. Bersedekah bisa menjadi salah satu jalan untuk membersihkan dosa-dosa yang kita lakukan sebagaimana disampaikan hadits di atas.

 

  1. Menyembuhkan penyakit

“Obatilah orang-orang sakit kalian dengan (mengeluarkan) sedekah, dan bentengilah harta-harta kalian dengan (mengeluarkan zakat, dan siapkan untuk (menangkal) bala’ dengan berdoa.” (HR. Baihaqi)

  1. Mendapat naungan di hari kiamat

“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya (pada hari Kiamat) hingga diputuskan di antara manusia atau ia berkata: “Ditetapkan hukuman di antara manusia.” Yazid berkata: ”Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kue atau bawang merah atau seperti ini.” (HR Al-Baihaqi – Al-Hakim – Ibnu Khuzaimah)

Ketika di padang Mahsyar setiap orang menunggu giliran dirinya diadili serta timbangan kebaikan dan keburukannya diperhitungkan, maka semua orang bakal merasakan panasnya matahari di atas kepala masing-masing. Namun orang-orang yang bersedekah bakal memperoleh naungan dari matahari karena sedekahnya itu hingga hukuman alias vonis ditetapkan di antara manusia.

  1. Tidak berkurangnya harta

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah menerangkan hadits di atas dengan mengatakan, kalau dilihat dari sisi jumlah, harta tersebut mungkin saja berkurang. Namun kalau kita lihat dari hakekat dan keberkahannya justru malah bertambah. Boleh jadi kita bersedekah dengan 10 riyal, lalu Allah beri ganti dengan 100 riyal.

  1. Terhindar dari sifat kikir

ifat Bakhil atau Kikir merupakan salah satu penyakit manusia yang berbahaya. Di haki kiamat kelak, harta yang dibakhilkan oleh seseorang untuk tidak di tunaikan hak nya maka ia akan dikalungkan di lehernya.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada Jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap diri nya sendiri. Dan Allahlah yang Maha kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling , niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).“ (Muhammad ; 37-38)

 

  1. Pahala yang besar

Firman Alloh Ta’ala yang berbunyi:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

  1. Terhindar dari api neraka

Dalam riwayat Ahmad dari hadits Ibnu Mas’ud dengan sanad shahih, “Hendaknya salah seorang kalian menjaga wajahnya dari neraka walau dengan separoh butir kurma.” Dan dari hadits Aisyah dengan sanad hasan, “Wahai ‘Aisyah, hindarkan dirimu dari neraka walau dengan separoh butir kurma.” (HR. Ahmad)

Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjadikan sedekah sebagai kebiasaan dan dilakukan secara terus menerus hingga ajal menjemput.

Wallahu a’lam