SEDEKAH ADALAH

SEDEKAH ADALAH

Menurut etimologis sedekah berasal dari kata sadakah yang mempunyai arti pemberian seorang muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekadar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik. 

Menurut terminologi syariat, pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Infak hanya berkaitan dengan materi sedangkan sedekah memiliki arti luas, menyangkut hal yang bersifat nonmaterial.

Sedekah dalam pengertian bukan zakat sangat dianjurkan dalam Islam dan sangat baik dilakukan tiap saat. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Diantaranya adalah:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Q.S. Al-Baqarah: 261)

Menurut Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilalil-Qur’an I, bahwa ayat ini tidak dimulai dengan mewajibkan ataupun menugaskan, namun hanya anjuran dan memberikan rangsangan atau pengaruh. Metode seperti ini sangat efektif untuk membangkitkan perasaan dan menimbulkan kesan-kesan yang hidup didalam jiwa manusia. Jadi harta yang disedekahkan akan berkembang dan memberikan keberkahan kepada pemiliknya.

Adapun di ayat lain disebutkan:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), Maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al-Baqarah: 271)

Dalam ayat ini, maksud kata menampakkan sedekah dengan tujuan supaya dicontoh orang lain. Menyembunyikan sedekah itu lebih baik dari menampakkannya, Karena menampakkan itu dapat menimbulkan riya pada diri si pemberi dan dapat pula menyakitkan hati orang yang diberi.

Islam menganjurkan pengikutnya untuk bersedekah dalam berbagai bentuk, diantaranya:

 قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

 “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (Q.S Al-Baqarah: 263)

Menurut Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil-Qur’an I, bahwa perkataan yang baik ini adalah perkataan baik yang dapat membalut luka dihati dan mengisinya dengan kerelaan dan kesenangan. Sedangkan pemberian maaf yang baik adalah yang dapat mencuci dendam dan kebencian didalam jiwa, dan menggantinya dengan persaudaraan dan persahabatan. Jadi perkataan yang baik dan pemberian maaf yang baik dalam kondisi seperti itu akan dapat menunaikan fungsi sedekah, yaitu membersihkan hati dan menjinakkan jiwa.

Ayat diatas menjelaskan bahwa perkataan yang baik dan pemberian maaf yang baik itu merupakan bentuk sedekah, dan keduanya lebih baik dari pada memberi sedekah berupa materi namun diiringi dengan perkataan yang dapat menyinggung ataupun menyakiti perasaan si penerima.

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.”(Q.S Al-Baqarah: 276)

Dalam ayat diatas yang dimaksud dengan memusnahkan riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. Sedangkan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah mengembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya, dan selalu berbuat dosa maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan riba dan tetap melakukannya.

Ada dua cara yang tidak disukai oleh Allah swt dalam bersedekah, Allah swt mengungkapkan permasalahan sedekah, namun Ia tidak menerima sebagian cara-cara bersedekah, diantaranya:

1. Sedekah yang disertai dengan sifat pamer, sejak awal tindakan ini dinilai batil.

2. Sedekah yang dilakukan dengan harapan pihak penerima akan berhutang budi atas pemberian yang dilakukan dan pemberian sedekahnya pun disertai dengan perilaku mengganggu.

Batilnya kedua jenis sedekah ini karena tidak didasari oleh niat semata-mata untuk mencari keridhaan Allah swt, atau jika hal itu dilakukan untuk mencari ridha Allah swt, maka ia tidak ikhlas niatnya atau adanya rasa ingin balas budi yang diharapkan dari penerima sedekah, atau sedekah yang ia lakukan menjadi batil karena adanya gangguan yang dilancarkan kepada orang-orang yang diberikan sedekah kepadanya. 

Ada juga dua cara bersedekah yang disukai Allah swt:

1. Sedekah dengan cara sembunyi-sembunyi: Bersedekah dengan sembunyi-sembunyi akan menjauhkan manusia dari rasa riya, menjaga kehormatan orang-orang fakir dan menjaga perasaan mereka. Dari sisi bahwa bangunan agama adalah ikhlas, oleh itu amalan dan tindakan manusia yang dijalankan dengan ikhlas akan memiliki kemuliaan tinggi dan dengan sebab inilah Allah lebih menyarankan manusia untuk melakukan sedekah dengan cara sembunyi-sembunyi dari pada secara terang-terangan dan berfirman: “Apabila bersedekah dengan cara sembunyi-sembunyi, maka hal itu lebih baik bagi kalian” 

2. Sedekah dengan cara terang-terangan: Bentuk sedekah ini akan memotivasi manusia untuk beramal baik dan akan menyebabkan kebahagiaan bagi orang-orang fakir dan miskin karena mereka melihat bahwa di masyarakat terdapat orang-orang yang berkasih sayang dan mempedulikan keadaan mereka, demikian juga tindakan ini akan menjauhkan ruh kefakiran dan kecemasan dari mereka. 


Semoga kehadiran WOI.OR.ID  menambah pengetahuan tentang  “Sedekah” Semoga  bermanfaat dan menjadi amal jaryah. Aamiin.


Wallahu a'lam