Sedekahnya Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu

 

Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan beriman kepada beliau, dan mati dalam keadaan muslim. Mereka adalah generasi terbaik dari umat ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

 “Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)

Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Ta’ala. Mereka telah diberikan anugerah yang begitu besar yakni kesempatan bertemu dan menemani Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala telah memilih mereka untuk mendampingi dan membantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menegakkan agama-Nya. Orang-orang pilihan Allah ini, tentunya memiliki kedudukan istimewa di bandingkan manusia yang lain. Karena Allah Ta’ala tidak mungkin keliru memilih mereka.

Salahsatu sahabat yang patut di teladani Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu. Abu Bakar ash-Shiddiq adalah sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling mulia, bahkan dikatakan ia adalah manusia termulia setelah para nabi dan rasul. Di antara teladan yang Abu Bakar ash-Shiddiq berikan kepada kita adalah keteladanan dalam bersedekah.

Demi Islam dan kaum muslimin, harta yang Abu Bakar ash-Shiddiq miliki seolah-olah tak berarti. Sebanyak apapun yang dibutuhkan untuk Islam dan kaum muslimin akan beliau berikan sesuai dengan apa yang beliau miliki. Bersamaan dengan itu, sedekah tersebut memiliki kualitas keikhlasan yang tak tertandingi. Semoga Allah meridhai beliau.

Berikut ini sedekah dari Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu , dengan keadaan zamannya yang sulit dan kemampuan finansialnya yang masih terbatas.

Ketika Abu Bakar radhiallah ‘anhu berkeinginan membebaskan Bilal radhiallah ‘anhu dari perbudakan, Umaiyah bin Khalaf mematok harga 9 uqiyah emas. Dan dengan segera Abu Bakar radhiallah ‘anhu langsung menebusnya.

1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas
285,73 gr x Rp 400.000,00 = Rp 114.291.000,00

Hikmah yang bisa kita ambil dari kisah singkat Abu Bakar Radhiallah’anhu yang membebaskan Bilal Radhiallah’anhu yaitu menolong kaum muslimin lebih penting daripada harta yang kita punya. Karena jika kita mampu menolong tetapi tidak mengambil keputusan untuk menolongnya, kita akan di pinta pertanggungjawaban atas harta yang tidak kita keluarkan untuk menolong seorang muslimin.

Jangan takut kekurangan rizki karena sedekah, Allah tidak akan mengurangi rizki karena bersedekah. Malah Allah akan menggantinya melebihi barang yang kita sedekahkan, tidak hanya di dunia Allah juga akan menggantinya di akhirat. Sesuatu yang kita sedekahkan juga akan menjadi saksi di akhirat.

Semoga kehadiran WOI.OR.ID  menambah pengetahuan tentang  “Sedekahnya Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu” Semoga  bermanfaat dan menjadi amal jaryah. Aamiin.

Wallahu a'lam