Segera amalkan Ilmu yang anda dapat !

 

Konsekuensi ketaatan bagi seorang Muslim adalah berusaha memahami Islam dan mengamalkannya. Untuk itu dibutuhkan ilmu sebagai pijakan dalam mendasari untuk memahami Islam serta mengamalkannya. Namun, yang dimaksud dengan kata ilmu di sini adalah ilmu syar’i. Yaitu ilmu yang akan menjadikan seorang mukallaf mengetahui kewajibannya berupa masalah-masalah ibadah dan muamalah, juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifatNya, hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya, dan mensucikan-Nya dari berbagai kekurangan” (Fathul Baari, 1/92)

Ilmu dan amal merupakan hubungan erat yang tidak bisa dipisahkan. Orang berilmu tapi tidak beramal akan mendapat siksa karena ilmunya yang ia sia-siakan, sementara orang yang beramal tanpa ilmu akan tersesat karena amalnya yang sia-sia. Imam Al Ghazali di dalam kitab ayyuhal walad menuliskan bahwa “ilmu tanpa amal tidak akan bisa memberikan manfaat, laksana seseorang yang membaca masalah ilmiah dan mendalaminya selama 1000 tahun tetapi tidak diamalkannya maka semua itu tidak akan memberikan faedah kecuali dengan diamalkan”.             

Begitu pula, membangun tradisi ilmu seharusnya disertai dengan pengamalannya yang baik dan sungguh-sungguh. Karena, ilmu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah. Sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, “Tapak kedua kaki seorang hamba kelak di hari kiamat tidak akan bergeser hingga ia ditanya tentang  umurnya, untuk apa ia habiskan. ilmunya, apa yang telah ia amalkan. Hartanya, dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan. Dan jasadnya, untuk apa ia hancurkan.” (HR Tirmidzi, ia berkatan hasan shahih, dishahihkan Syaikh Albani

Semoga Alloh memberikan Taufiq dan hidayah-Nya kepada kita untuk bisa menuntut ilmu dan mengamalkannya.

Wallahu a ’lam