Segera tunaikan zakat anda !

 

Zakat adalah rukun Islam yang kelima dan zakat ini merupakan kewajiban setiap muslim yang memiliki kecukupan harta benda yang sudah cukup atau sampai pada nisabnya supaya mengeluarkan sebagian harta bendanya sesuai dengan ketentuan di dalam Agama Islam, untuk membersihkan dirinya dari tanggung jawab amanat Allah SWT berupa harta benda itu. Barang siapa yang mengabaikan kewajiban ini, sedangkan ia telah memenuhi aturan secara syar’i, berarti ia telah mengabaikan kewajiban dan berarti telah melakukan dosa besar. Dan diancam dengan siksaan yang pedih kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Imran ayat 180)

Dalam Surah lain, Allah SWT berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ   الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ     

Artinya : “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS. Fussilat ayat 6-7)

Zakat sering disebut juga sebagai ”Sedekah Wajib”, maksudnya setiap orang kaya atau orang yang berkecukupan diwajibkan mensedekahkan sebagian hartanya kepada orang-orang yang sengsara hidupnya atau fakir miskin.

Allah SWT berfirman:

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Artinya: Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian. (QS. Adz Dzaariyat ayat 19)

Mengeluarkan zakat sebagai ibadah wajib lagi suci sesungguhnya untuk menyucikan harta benda kaum hartawan. Tetapi selain itu ada pula maksud-maksud yang lebih luas dari itu ialah menyucikan jiwa kaum hartawan agar bersih dari sifat-sifat bakhil, kikir dan egoistis.

Sebab sudah umum kebiasaan menjadi ciri khas setiap orang yang berharta selalu dihinggapi oleh bibit-bibit kebakhilan itu. Maka dengan peraturan zakat ala Islam, kebakhilan orang kaya berangsur- angsur menjadi berkurang dan bisa juga hilang. Disitulah letaknya hidayah zakat yang sasarannya adalah agar manusia muslimin dan muslimat suci lahir dan bathin, suci harta benda dan diri kita.

 

Sebagaimana firman Allah SWT:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. AT Taubah ayat 103)

Perintah zakat dalam Islam itu demikian besar limpahan manfaat dan faedahnya, meliputi kepentingan- kepentingan ilmu, menolong kaum fakir miskin, memelihara keamanan masyarakat dan negara, menunaikan harkat berjihad, membina kemakmuran yang merata, memberantas persaingan klas dalam masyarakat ramai, jurang pemisah diantara golongan kaya dan golongan miskin kian lama semakin terhapus, bahkan dari hubungan zakat itu akan mencapai kedamaian dan rasa kasih sayang dikalangan umat Islam, dengan zakat dapat mendidik kaum hartawan supaya terbiasa berkorban, mendidik diri agar tertanam rasa tanggung jawab membela agama dengan harta benda, zakat dapat menjauhkan manusia dari berbagai musibah dan bencana, terutama pada harta kekayaan itu sendiri. Orang mengira bahwa harta yang dikeluarkan zakat, infaq dan shodaqohnya akan menjadi berkurang. Padahal kenyataannya tidak demikian, bahkan dengan mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqoh itu justru harta kita akan semakin bertambah dan mengandung berkah. 

Demikian janji Allah SWT :

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Artinya : "Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ ayat 39)

Marilah, siapa saja diantara kita yang sudah mampu dan telah berkewajiban mengeluarkan zakat. Mari kita berikan atau kita keluarkan zakat kita dengan landasan jiwa yang bersih, lapang dada dan ikhlas hanya semata karena Allah SWT.

Wallahu a’lam