Ternyata kehidupan para Sahabat Nabi Boros, Yuk kita simak Penjelasannya !

Seberapa besar sih infaqnya para sahabat Nabi ? apakah Seperti kita kah selama ini Rp 1.000 atau Rp 10.000, atau berkisar di angka Rp.100.000 ? Perhatikan bagaimana infaqnya para sahabat. Makanya jika kita renungi dan kita pertemukan dengan rupiah kita itu sesuatu yang tidak masuk di akal Subhanallah, infaq mereka ini luar biasa. Sangat pantas waktu nabi Muhammad S.A.W bersabda :

Jangan pernah caci maki sahabatku أَحَدِهِمْ مُدَّ بَلَغَ مَا ذَهَبًا أُحُدٍ مِثْلَ أَنْفَقَ أَحَدَكُمْ أَنَّ فَلَوْ أَصْحَابِي لَا تَسُبُّوا    Kalau seaindainya kalian ini berinfaq seperti gunung uhud,emas semua belum bisa mendapatkan 1 genggaman infaq mereka. Kok bisa? Seperti apa memahaminya ? 

Sahabat datang ( diantara sahabat yang disebutkan Abbas, Thalhah, Abdurrahman bin auf, sa’ad bin ubadah, Muhammad bin maslamah ) mereka datang membawa 200 Uqiyah. 1 Uqiyah ini nilainya sama dengan kurang lebih 119 gram perak. Kalau kita perhatikan, mereka membawa 200 Uqiyah setara dengan 23.800 gram perak. Dari sisi lain cara hitungannya juga adalah 5 Uqiyah itu sama dengan 595 gram perak   ( Kalau pernah belajar bab zakat, zakat itu nisabnya 85 gram emas atau 595 gram perak. Nah 595 gram perak ini nisabnya sama dengan 5 Uqiyah ). 5 Uqiyah itu sama dengan 85 gram emas. Kalau kita kali disini 200 Uqiyah itu kurang lebih keluarnya dalam emas 3400 gram emas, Jika kali dengan Rp 660.000 harga emas sekarang kurang lebih uanganya Rp. 2,24 M sekarang. Ada gak orang sekarang begitu jihad infaq begini? Rp. 100 juta aja syukur. Masya Allah

Kemudian datang lagi sahabat lain bernama Asyim bin Adi ra. Beliau menyerahkan 90 wasaq kurma. Satu wasaq itu ukurannya 60 sa’ , 1 sa’ itu sama dengan 4 mudh, dan satu mudh itu ukuran 2 telapak manusia. Artinya, 1 sa’ itu ukurannya 2.5 kg x 4 = 10 kg. Berarti 1 wasaq atau  60 sa’ sama dengan 600 kg kurma. Jadi kalau 90 wasaq sama dengan 5400 kg kurma, dengan perhitungan kurma yang paling murah sekarang kita ambil Rp. 30.000 maka sahabat tersebut berinfaq sebanyak Rp. 1,62 M. Masya Allah

Sikap murah hati Abu Bakar dalam bersedekah bisa dilihat dari tindakannya ketika ingin membebaskan Bilal bin Rabbah dari perbudakan. Bilal merupakan budak kulit hitam dari Habsyah (Ethiopia) yang masuk Islam ketika masih menjadi budak. Dikisahkah, ketika Bilal masuk Islam, majikannya terus menyiksanya agar ia kembali kafir. Namun Bilal tetap teguh sampai akhirnya dimerdekakan oleh Abu Bakar. Abu Bakar memerdekakan Bilal dengan tebusan 9 uqiyah emas. Satu uqiyah emas sebanding dengan 31,7475 gram emas. Maka 9 uqiyah emas setara dengan 285,73 gram. Jika dikalkulasikan, dengan harga Rp 660 ribu per gram. Maka jumlah yang mesti dikeluarkan Abu Bakar saat itu berkisar Rp 188.581.800. Bukan harga yang sedikit, tapi itulah bukti loyalitas Abu Bakar terhadap Islam dan kaum mukmin.

Umar bin Khaththab juga menunjukan keteladanan yang sama dalam hal bersedekah. Sebelum masuk Islam, Umar adalah orang yang sangat menentang perjuangan Nabi Muhammad. Namun setelah menyatakan keimanannya kepada Allah, ia menjadi pembela Islam yang sangat luar biasa. Termasuk mengorbankan hartanya di jalan dakwah. Umar mewasiatkan sepertiga hartanya untuk kepentingan Islam yang nilainya setara dengan 510.000 gram emas. Jika dikalkulasikan, dengan harga Rp 660 ribu pergram. Maka total sedekah Umar tersebut mencapai Rp 336.600.000.000.

Sahabat Nabi yang lain, Utsman bin Affan, menyumbangkan 300 ekor unta yang setara dengan harga Rp 3,6 miliar saat perang Tabuk. Di samping itu ia juga memberikan dana sebesar 1.000 dinar emas senilai Rp 1,7 miliar. Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman radhiallah ‘anhu masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya. Jika dikalkulasikan nilainya mencapai sekitar Rp 7,2 triliun.

Abdurrahman bin Auf juga turut menyumbangkan hartanya saat perang Tabuk. Ia memberikan dana sebesar 200 uqiyat emas senilai Rp 2,5 miliar lebih. Menjelang wafatnya, ia mewasiatkan 50.000 dinar senilai Rp 85 miliar untuk infaq fisabilillah

Ibu-ibu juga tidak mau ketinggalan, mereka membantu apa yang mereka berikan. Hummussinan Al Ahsadiyah ra berkata : Aku melihat selembar kain yang terbentang di hadapan Nabi Muhammad S.A.W di rumah Aisyah ra. Penuh berisi masaq. Masaq itu adalah gelang tangan, kaki, baik dari tanduk maupun gading ataupun dari emas dan perak, gelang bahu dan gelang kaki, anting-anting dan cincin.  Kain penuh ini berisi apa yang dikumpulkan oleh kaum wanita untuk membantu persiapan jihad.

Ini yang disebutkan tadi mungkin tolok ukurnya bukan miliyardernya tapi bagaimana upaya dia mengeluarkan apa yang dia dapatkan. Ada seorang sahabat bernama Abu Aqil. Dia kebetulan tidak punya pekerjaan tetap dan tidak punya kebun, tapi dia juga ingin infaq. Apa yang dia lakukan? Dia rupanya pergi ke salah satu muslimin. Dulunya orang orang itu punya tendon air kemudian diisi dengan air yang diambil dari sumur yang cukup jauh. Karena dia tau besok dikumpulkan semua infaq untuj jihad maka dia mengatakan, “saya belum punya pendapatan pada hari itu maka saya pun memaksakan diri bekerja semalam suntuk untuk mengisi tendon tendon air oranglain” yang dibayar dengan 2 sa’ kurma. Maka 1 sa’nya saya  berikan kepada keluarga saya dan 1 sa’nya saya berikan lagi ke jihad di jalan Allah. Sederhananya begini, Asumsi kita bekerja dan  terima gaji sebesar 2 juta, 1 juta langsung di kasih ke jalan Allah, pada saat itu tanpa ragu dan yakin terhadap janji Allah. Ini bukan hal yang ringan bagaimana sahabat lakukan. Semalam suntuk hasil kerjanya setengah mati tidak tidur di kasih setengah ke jalan Allah S.W.T

Masya Allah, contoh di atas merupakan bukti betapa “boros” para Sahabat Rasulullah dalam mewakafkan dan menginfakan hartanya di jalan dakwah. Dalam sejumlah hadist, Rasulullah menyatakan, sedekah merupakan bukti keimanan seseorang dan mereka yang bersedekah akan memperoleh Pahala yang besar di sisi Allah SWT. Bagaimana dengan kita ?

Semoga kehadiran WOI.OR.ID menjadi pengingat bagi kita untuk saatnya mencontoh “Borosnya”  Para Sahabat dalam mewakafkan Harta, dan Semoga kelak kita dikumpulkan bersama Rosul dan Para Sahabat. Aamiin.

Wallahu a'lam