Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro BWA di Dusun Ampiri

Tidak terbayang sebelumnya oleh AM Ulil Amri, perwakilan wakif (orang yang berwakaf), betapa menegangkannya perjalan dari Kabupaten Barru menuju lokasi peresmian wakaf pembangkit listrik bertenaga air mikrohidro. Pasalnya jalan yang dilalui tidak beraspal dan curam, supirnya lengah sedikit saja kendaraan yang membawa dirinya dan tim Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) bisa langsung masuk jurang.

Setelah memakan waktu lebih dari dua jam perjalanan sejauh 60 Km tersebut sampailah di Masjid Nurul Qadar, Sabtu (25/10) di Dusun Ampiri, Desa Bacu-Bacu Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Waktu baru menunjukkan pukul 11.30  pagi, tapi panasnya sudah seperti matahari tepat di atas kepala. Karena masih ada waktu dua  jam sebelum peresmian, Vice President CIMB Niaga Syariah tersebut ingin melihat lokasi mesin pembangkit listriknya (site). Lokasinya memang dekat hanya satu kilometer tetapi jalannya kecil, naik turun dan curam hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.  “Tidak apa-apa, ini memang yang saya cari!” jawabnya dengan penuh semangat.

Setelah berjalan selama tiga puluh menit, sampailah rombongan di site yang berlokasi persis di pinggir sungai Ampiri. Sambil mengatur nafas yang masih terengah, Ulil Amri pun berkata: “Saya salut pada BWA dan rekan-rekan BWA sampai bisa menemukan lokasi yang sangat terpencil ini.”

Peresmian sarana penerangan  ditandai dengan menyalanya dua buah lampu neon ---secara serentak-- di atas meja yang dinyalakan melalui dua saklar yang berbeda. Saklar yang satu ditekan perwakilan wakif AM Ulil Amri dan sisanya oleh Direktur Operasional BWA Ichsan Salam. “

Wakaf ini dinamai Al Jazari I. “Al Jazari adalah tokoh Muslim yang menemukan hidropower, semoga beliau, para wakif dan kita semua mendapat pahala yang terus mengalir dari Allah SWT,” ungkap Ichsan Salam di hadapan sekitar 60 warga Ampiri termasuk tokoh setempat seperti La Sossong (56 tahun), Rappe (45 tahun), Mali (55 tahun) dan mitra lapang BWA Hariyanto Albarr.

Sedangkan Ulil Amri menyatakan: “Program BWA nyata dan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.”

Pada kesempatan itu, hadir pula Sekretaris Desa Bacu-Bacu Muhammad Sahur. “Kalau bisa dusun-dusun yang lain juga dibantu, jangan hanya Ampiri, karena masih banyak dusun lain di Bacu Bacu yang belum teraliri listrik,” ungkapnya berharap.

Dan tentu saja bagi Anda yang telah berwakaf sejak Oktober 2013 untuk pengadaan sarana penerangan di Ampiri, mulai panen pahala dari setiap terang lampu di sana atau pun bergeraknya mesin-mesin pengolah kacang dan hasil kebun lainnya yang menggunakan tenaga listrik dari pembangkit mikrohidro wakaf  ini. Aamiin.  Selengkapnya Klik Link Berikut ini.