Ilham Jumadi Buton, anak asli Tual, Maluku. Allah SWT memberi keistimewaan kepadanya berupa suara merdu. Mendengarkan suara Ilham mengaji membuat kita terhanyut dalam merdunya lantunan ayat suci Al-Quran.  "Di kampung kami Tual Maluku, sekolah terdekat dari desa kami adalah sekolah Kristen, terpaksa adik saya (Ilham) belajar di sekolah tersebut" cerita Khairul, kakaknya Ilham.

Untuk menyelamatkan aqidah adiknya, Khairul nekad menarik adiknya dari sekolah tersebut.  Alhamdulillah, ia mendapat orang tua asuh untuk Ilham, sehingga Ilham bisa melanjutkan sekolah dan lulus dari SD Islam Terpadu  di daerah Bekasi. Namun, setelah lulus SD, bantuan orang tua asuh terhenti, padahal Ilham ingin sekali menjadi seorang Da’i yang Hafidz Al Quran.

Jika sekedar mencari sekolah, bagi Khairul tidak terlalu sulit. Soalnya adalah, ia mencari sekolah atau pesantren yang bisa menerima Ilham dengan pembiayaan sesuai kemampuannya. Alhamdulillah, di tengah kegalauannya mencari sekolah untuk Ilham, Khairul bertemu dengan Pesantren Tahfidz Al Quran di daerah Wanayasa, Purwakarta yang berbasis Infaq dan Wakaf. Oleh karenanya, santri seperti Ilham tetap bisa melanjutkan pendidikan dengan tenang tanpa khawatir terancam putus sekolah karena tidak mampu secara financial.

Ilham adalah profile anak yang bersemangat sekolah namun tidak mampu dalam pembiayaan.

 

Ilham dan SD Islam As Salam adalah sebagian gambaran potret pendidikan ummat muslim saat ini.  Masih banyak potret pendidikan muslimin lainnya yang keadaannya bisa jadi lebih memprihatinkan lagi.

Problem pendidikan lainnya ada di sisi lembaga (pelaksana) pendidikan. Banyak lembaga pendidikan yang mengalami kesulitan, hidup segan mati tak mau. Ujungnya adalah rendahnya kualitas pendidikan. Hal ini umumnya terjadi karena minimnya dana pengembangan. Untuk berkembang menjadi lembaga pendidikan berkualitas dan unggul tentu membutuhkan dana yang besar. Diantara lembaga seperti ini adalah sekolah SD Islam As-Salam yang dikelola oleh Ustadz Sayis di daerah Cibarusa, Bekasi. Di sana. rata-rata gurunya hanya memperoleh gaji sekitar satu jutaan perbulan. Dengan gaji sebesar itu, konsentrasi guru tentunya akan terpecah, antara fokus pada kualitas pendidikan atau mencari tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga. Sementara itu setiap bulannya Ustadz Sayis pun masih harus berjuang mencari para donatur untuk menutupi biaya operasional sekolahnya. Hanya semangat idealisme dan pengorbanan sajalah para guru dan team di sana dapat bertahan.

(Desain Rancang Bangun WakafMart - Cirebon)

Hal ini sejatinya harus menjadi perhatian dan tanggung jawab kaum muslimin secara kolektif (kifayah), sama halnya dengan keberadaan Masjid bagi kaum muslimin. Dalam Islam pendidikan dan masjid merupakan kebutuhan pokok /asasi umat yang tetap harus ada di setiap kondisi dan zaman, baik dalam kondisi ummat Islam sedang berjaya maupun dalam keadaan terpuruk, seperti yang terjadi pada saat ini.

Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi kewajiban Kifayah membantu menyelesaikan sebagian dari persoalan ummat dalam hal pendidikan, Badan Wakaf Al Quran membuat satu lagi proyek Infaq Wakaf untuk mewujudkan apa yang disebut dengan WakafMart BWA, INOVASI WAKAF Untuk Pendidikan Ummat Berkualitas.

Apa Itu WakafMart BWA

WakafMart BWA adalah pengembangan Wakaf Produktif di sektor Usaha Retail Mini Market Muslim melalui pemanfaatan Asset Wakaf yang dikelola secara profesional hingga menghasilkan earning atau pendapatan berkesibambungan, yang keuntungannya dimanfaatkan untuk membantu pembiayaan pendidikan kaum muslimin sehingga tercapai pendidikan ummat yang berkualitas dan unggul.

Wakaf produktif seperti ini telah banyak dikembangkan di dunia pendidikan, antara lain adalah yang dilakukan oleh Al Azhar di Mesir, yang mengembangkan dan memberdayakan asset wakaf agar produktif untuk membantu biaya studi para pelajar/mahasiswa dari seluruh dunia sehingga dapat belajar di Al Azhar dengan biaya sangat terjangkau, bahkan bisa bea siswa penuh.

(WakafMart - Inovasi Wakaf untuk Pendiidkan Berkelanjutan)

Selain dapat mendorong dunia pendidikan menjadi berkualitas dan unggul, WakafMart BWA juga diharapkan dapat membantu peningkatan kesejahteraan ekonomi ummat dan kemaslahatan umum lainnya. Dengan adanya WakafMart BWA ini,  masyarakat sekitar yang mayoritas muslim dapat memperoleh barang kebutuhan sehari-hari nya dengan harga yang lebih bersaing  dan lebih murah, karena seluruh fixed asset WakafMart BWA berstatus Wakaf.

Mengapa harus Minimarket ?

  • Minimarket Melayani Kebutuhan Harian Masyarakat;
  • Minimarket Merupakan Bisnis yang Berkesinambungan;
  • Minimarket Mudah Dikelola, Apalagi didukung dengan Sistem IT yang terpadu;
  • Minimarket termasuk Bisnis yang Menguntungkan;

Setelah mengkaji secara seksama, berkonsultasi dengan beberapa pakar minimarket, membuat perencanaan, melakukan analisa usaha (business analisys) dan setelah bermusyawarah, akhirnya dengan Bismillah, BWA memutuskan untuk menjalankan projek Wakaf Produktif Minimarket.

Mengapa Anda Harus Mendukung WakafMart BWA?

  1. BWA telah diterima oleh ummat sebagai lembaga socialpreneur yang “Terpercaya dan Dapat diandalkan”,
  2. WakafMart  BWA dikelola secara profesional dan amanah sesuai dengan Nilai Inti BWA, yaitu; Tanggap, Amanah, Komitmen, Kreatif dan Koraborasi ;
  3. Status Tanah sudah Wakaf (bersertifikat);
  4. Pengelolaan Aset WakafMart  BWA akan dilakukan oleh Lembaga Nadzir Wakaf yang terdaftar.
  5. Pengelolaan WakafMart  BWA dipimpin oleh Pakar Minimarket yang sudah berpengalaman dan profesional;
  6. Pengelolaan operasional dan pengontrolan WakafMart  BWA didukung oleh Sistem IT yang terpadu, terkontrol, dan terpusat;
  7. Manfaat dari hasil WakafMart  BWA didistribusikan untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Kaum Muslimin, antara lain yatim dhuafa, para ustadz, pondok pesantren, rumah tahfidz dan lembaga pendidkan Islam lainnya, demi mencapai pendidikan yang Berkualitas Terbaik dan Unggul;
  8. Manfaat dari hasil WakafMart  BWA juga bisa digunakan untuk Pengembangan Wakaf Produktif lainnya yang hasilnya akan memperkuat manfaat untuk dunia pendidikan dan kemaslahatan ummat lainnya;
  9. Pendistribusian hasil dari WakafMart  BWA dilakukan secara Transparan;
  10. Laporan keuangan secara periodik akan disampaikan;
  11. Laporan Keuangan diaudit oleh Akuntan Public yang pengalaman,

WakafMart  BWA Pertama

WakafMart  BWA tahap pertama ini segera akan dikembangkan di lokasi yang sangat strategis, yaitu di Jalan Jati Perumahan Arumsari Desa Cirebon Girang, Cirebon, Kecamatan Talun, Kabupaten, Cirebon.

(WakafMart merupakan Proyek Minimarket Berbasis Wakaf pertama BWA)

Untuk yang pertama ini BWA bekerja sama dengan Lembaga Sosial “Zakat Center”, Cirebon,  yang sedang mengelola lahan wakaf seluas 3500 M2 untuk kegiatan pendidikan Islam (Islamic Center). Bagian dari tanah wakaf itulah, yaitu seluas 29 m x 15 m = 432 m2 plus lahan parkirnya seluas 5 m x 29 m = 145 m2 akan segera berdiri “WakafMart  BWA – ZC”. Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk Pembangunan Toko, Area Parkir, Perlengkapan Rak Pajang, Perlengkapan Kasir, Gudang, System IT, Modal Kerja, Pendingin Ruangan, Operasional, Fundraising, Reporting dan lain-lain.

Mari Kekalkan Harta Kita dengan Berinfak Wakaf Untuk WakafMart BWA – ZC. WakafMart BWA Landang Pahala Anda Untuk Pendidikan Berkualitas.

Sekali Anda berwakaf, Pahala dan  Ampunan dari Nya, insyaAllah, mengalir terus-menerus kepada Anda hingga hari Kiamat.

 

Partner Lapang : Ustadz Anwar

Kebutuhan Dana Wakaf Tahap 1 (dari 2 tahap):

Rp. 1.972.650.000,- (Satu Milyar Sembilan Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Enam Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)