Perkembangan jaman seringkali mengakibatkan perubahan-perubahan sosial budaya dalam masyarakat, tidak jarang justru pengaruh-pengaruh buruk yang kemudian mendominasi.  Dewasa ini banyak ditemui anak-anak usia sekolah dasar belum mampu membaca Al-Qur’an apalagi memahami dan menghapalnya. Hal demikian tentunya kontras apabila kita membaca sejarah tentang kegemilangan Islam pada masa lampau, dimana pendidikan agama dalam berbagai aspek mampu diterapkan secara menyeluruh.

Hafizh Al-Qur’an

Betapa pentingnya apabila kita memiliki generasi muda, generasi penerus yang berakhlakul karimah, yang mampu mempelajari, memahami, dan menghapal Al-Qur’an, dan kemudian membumikan ayat-ayat Ilahi dalam keseharian bermasyarakat. Tentunya sedari dini harus disiapkan, dididik dengan baik melalui sarana prasarana yang memadai.

(Surau Pencetak Calon-calon Generasi Penghapal Qur'an)

(Surau Pencetak Calon-calon Generasi Penghapal Qur'an)

Di salah satu wilayah di Sumatera Barat tepatnya di Desa Mandahiling Ludai Pagaruyung, terdapat potensi dan kebutuhan besar yang harus disiapkan untuk mencetak generasi para penghapal Al-Qur’an.

Desa Mandahiling Ludai Pagaruyung merupakan salah satu desa terpencil dengan mayoritas masyarakat muslim, penduduknya berkisar 150 kepala keluarga populasi sekitar 500 orang, dengan kondisi tempat beribadah dan belajar yang kurang layak, surau yang kecil, jarak yang begitu jauh sekitar satu setengah kilometer dengan masjid besar, atap yang lapuk dan berbagai permasalahan lain tidak jarang menjadi faktor penghambat bagi anak-anak yang sudah begitu bersemangatnya untuk belajar menghapal Al-Qur’an.

(Kondisi di Dalam Surau)

(Kondisi di Dalam Surau)

(Kondisi MCK yang Tidak Layak)

(Kondisi MCK yang Tidak Layak)

Berkaca dengan kondisi tersebut, kami Badan Wakaf Al-Qur’an tergerak untuk membantu membangun sarana menghafal Al-Qur’an yang layak bagi para calon-calon hafiz-hafizah di Desa Mandahiling Ludai.

(Kegiatan Pembelajaran Qur'an Rutin, Ramai dihadiri Anak-anak Selepas Maghrib)

(Kegiatan Pembelajaran Qur'an Rutin, Ramai dihadiri Anak-anak Selepas Maghrib)

Badan Wakaf Al-Qur’an mengajak masyarakat untuk berkontribusi secara langsung untuk mewujudkan generasi hafidz Indonesia, generasi para penghapal Al-Qur’an khususnya di Desa Mandahiling Ludai Pagaruyung, Tanah Datar, Sumatera Barat. Melalui pembangunan tempat belajar menghapal Al-Qur’an, penyediaan sarana prasarana seperti penyediaan Mushaf Al-Qur’an dan lain-lain.

Oleh karena itu mari bersama Badan Wakaf Al-Qur’an berkontribusi mencetak generasi muda penghapal Al-Qur’an. Semoga menjadi pahala-pahala yang tidak terputus untuk kita semua.

 

Dana yang Dibutuhkan:

Rp.676.000.000 (Pembangunan Surau)

Partner Lapangan:

Ustadz Dinul Hasan