Rabu malam (11/9), sekitar pukul 22.10 WIB, tim BWA bertolak dari Jakarta menuju Rumah Tahfidz Al-Zamani di Garut. Menggunakan minibus, Bhakti (Manager Program) dan tim media BWA memilih jalur Cipularang-Nagreg untuk sampai ke lokasi yang beralamat di Desa Kersamenak, Kec. Tarogong Kidul, Kab. Garut. Pukul 03.00 WIB (12/9) tim baru tiba di Rumah Tahfidz Al-Zamani. Karena khawatir mengganggu waktu istirahat Ustadz Aceng dan para santri, akhirnya tim BWA istirahat di mobil sambil menunggu waktu shubuh tiba.

Tepat waktu shubuh tiba, tim BWA dibangunkan oleh Ustadz Aceng (Pimpinan Rumah Tahfidz Al-Zamani). Setelah shalat shubuh dan istirahat, Bhakti dan tim media melanjutkan kegiatan untuk melihat perkembangan pembangunan dan kegiatan Rumah Tahfidz Al-Zamani.

Dengan suhu di bawah 15° C, posisi Rumah Tahfidz Al-Zamani yang diapit beberapa gunung, salah satunya Gunung Cikuray, kondisi tersebut membuat nyaman siapa pun yang singgah di sini. Apalagi bangunan Rumah Tahfidz Al-Zamani sekarang sudah 3 lantai. Sehingga view di lantai 3 Pesantren ini sangat menyejukkan mata.

(Asrama Tahfidz Al-Zamani)

(Asrama Tahfidz Al-Zamani)

Progress pembangunan Rumah Tahfidz Al-Zamani tahap awal, sudah hampir selesai. Ruang murajaah, ziyadah, mushola, asrama putri, hingga ruang karantina untuk santri yang akan mengikuti perlombaan sudah rampung dibangun. Tinggal asrama putra yang masih 'nyempil' dekat dengan dapur. Rencananya, di tahap berikutnya, asrama putra akan segera dibangun.

Para santri pun sangat bahagia dengan adanya fasilitas dan bangunan yang baru untuk menunjang mereka dalam menghafal Al-Qur'an. Selli(15), salah satu santriyah yang paling lama di Al-Zamani menyampaikan "saya sudah 4 tahun di Al-Zamani, dulu mah ini sawah semua, ngajinya masih di depan. Sekarang Alhamdulillah sudah lebih nyaman menghafal Al-Qur'an.". Santriyah yang sudah hafal 14 juz dan sedang proses murajaah 6 juz ini sangat bahagia dengan kondisi Al-Zamani sekarang.

Selain Selli, salah satu santri ikhwan, Ahmad Maula(14) pun menyampaikan, bahwa dirinya berharap Rumah Tahfidz Al-Zamani semakin berkah, dan santrinya semakin banyak. Maula sudah hafal 5 juz dan baru saja mengikuti perlombaan Tahfidz Al-Qur'an di Yayasan Telkom di Bandung.

Salah satu kelebihan metode hafalan di Rumah Tahfidz Al-Zamani, yakni para santrinya sampai hafal Surat beserta nomer ayatnya. MaasyaAlloh. Dengan metode ini, santri Al-Zamani banyak menjuarai lomba Tahfidz di berbagai event.

Hanya saja, menurut Ustadz Aceng, bangunan yang sudah berdiri tersebut masih menyisakan hutang. Hal ini yang masih belum menggenapkan kebahagiaan mereka. Ustadz Aceng berharap para muhsinin dab wakif sekalian dapat membantunya menyelesaikan hutang-hutang tersebut. "Saya sering didatangi sama yang punya toko bangunan, tapi saya yakin, Alloh SWT sudah berjanji, janji siapa yang pasti ditepati kecuali janji Alloh SWT?!".

Keyakinan Ustadz Aceng dan santrinya tentu menyentuh nurani kita. Karena di Al-Zamani nantinya akan lahir lebih banyak lagi para hafidz Qur'an, generasi Qur'ani yang mencintai Al-Qur'an. Oleh karenanya, giliran kita menyelesaikan hutang-hutang pembangunan Rumah Tahfidz Al-Zamani.