*Kapal Dakwah “Dokter Care” : Kapal Klinik Untuk Dakwah Dan Pelayanan Kesehatan Di Pulau Terpencil Nusantara* Ide besar ini bermula dari keberhasilan BWA dan para wakif membangun 3 unit Kapal Dakwah. Kapal-kapal dakwah itu kini beroperasi untuk menebar manfaat serta mengantarkan Al-Qur’an ke berbagai penjuru Nusantara yaitu : Kapal Dakwah #1 “AFKN Khalifah I” untuk Papua, Kapal Dakwah #2 Untuk Nelayan NTT, dan terakhir Kapal Dakwah #3 “Jelajah Pulau Terpencil Nusantara (JPTN) Fatahillah”. BWA ingin menghadirkan manfaat yang lebih besar lagi untuk masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang berada di pulau-pulau terpencil Nusantara. Kemaslahatan yang ingin ditebar melalui Kapal Dakwah #4 ini adalah pelayanan kesehatan professional, gratis bagi masyarakat yang berada di pulau-pulau pelosok Indonesia dan tentu di dalamnya disertai aktifitas dakwah Islam untuk menguatkan aqidah saudara-saudara muslim kita di sana. Untuk mengakomodir ide ini dan manfaat yang begitu besar, maka dibutuhkan unit kapal yang lebih besar dari sebelumnya. Kapal Dakwah “Dokter Care” memiliki lebar lambung 8 meter, dan panjang buritan hingga haluan sekitar 32 meter, dengan pola desain Kapal Pinishi, dan akan mengemban misi khusus yaitu menjadi kapal klinik kesehatan yang akan beroperasi ke pulau-pulau terpencil Nusantara khususnya di Indonesia Timur. Ayo berwakaf untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan akses kesehatan yang memadai.

Pulau itu berada di sebelah tenggara Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Namanya Pulau Badi. Sekitar 80 penduduknya bermatapencarian sebagai nelayan. Laut merupakan sumber penghidupan mereka.

Beberapa tahun yang lalu, seorang penggiat di media sosial kompasiana mengabarkan kondisi masyarakat Pulau Badi yang memprihatinkan. Wilayah ini belum tersentuh pelayanan kesehatan yang memadai. Fasilitas yang dimiliki hanya berupa Puskesmas Pembantu, dengan tenaga kesehatan yang tidak selalu ada di tempat. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, warga Pulau Badi terpaksa harus menyeberangi laut ke Makassar selama 2 jam, atau ke Kota Pangkajene, ibu kota Kabupaten Pangkep dengan waktu yang lebih lama, sekitar 2,5 jam. Mereka juga harus menyediakan uang yang banyak, karena biaya transportasi tidaklah murah. Paling tidak ratusan ribu harus ada di tangan.

Suatu ketika, banyak warga Pulau Badi yang jatuh sakit. Mereka tidak mendapatkan pengobatan lantaran waktu itu tidak ada petugas kesehatan disana. Hal buruk pun terjadi, beberapa orang warga akhirnya meninggal dunia. Pertolongan medis berdatangan ke Pulau Badi, setelah kabar ini tersiar ke publik.

Kejadian di Pulau Badi ini, mewakili gambaran keadaan pelayanan kesehatan di pulau-pulau terpencil di Indonesia. Betapa masih sangat banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, namun sulit mendapatkannya karena keterbatasan akses yang dimiliki.

Keadaan ini menggugah Badan Wakaf Al Quran (BWA) untuk merancang proyek wakaf khusus Kapal Dakwah #4 yang diberi nama Kapal Dakwah Doctor Care. Melalui program ini, BWA dengan kapal khusus akan mendatangi pulau-pulau terpencil dan terluar untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara gratis. Untuk pelaksanaannya, BWA bekerja sama dengan Healthcare Professionals for Sharia (HELP-S), sebuah organisasi nirbala yang beranggotakan para praktisi kesehatan profesional.

Kerja sama antara BWA dan HELP-S ini telah diikat dalam sebuah kesepakatan yang resmi. CEO BWA, Heru Binawan  dan Ketua Umum HELP-S, dr. Fuad  telah menandatangani Letter of Intens (LoI) pada tangal 25 Juli 2017 di kantor BWA di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Momen spesial ini disaksikan oleh  M. Ichsan Salam (COO & COF BWA), Bhakti Aditya  (Project Development Head BWA), Ali Baharsyah (Project Implementation Head BWA), dan Virdy Vinora (Project Control Head BWA).

(Penandatangan Letter of Intens (LOI) oleh dr. Fuad dan CEO BWA

(Penandatangan Letter of Intens (LOI) oleh dr. Fuad dan CEO BWA Ustadz Heru Binawan)

Sekarang ini program Kapal Dakwah Doctor Care dalam fase persiapan. Kapal Dakwah Doctor Care rencananya akan dibuat di Bonerate, Sulawesi Selatan. Sementara  untuk finishing-nya akan dikerjakan di Semarang, Jawa Tengah. Kapal Dakwah Doctor Care membutuhkan desain yang khusus. Selain harus memenuhi standar kelayakan kapal yang disyarat oleh Kementerian Perhubungan, konstruksi dan desain kapal juga harus memenuhi kaedah rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Sebagai contoh, di dalam kapal terdapat ruangan-ruangan pelayanan kesehatan yang sesuai standar pelayanan di rumah sakit, lengkap dengan peralatan medis yang dibutuhkan.

Diperkirakan, pembuatan kapal akan memakan waktu sekitar satu tahun. Harapannya dock trial (uji coba kapal keluar dari galangan) bisa dilaksanakan akhir tahun 2020. Adapun sea trial (uji coba melaut) diharapkan terlaksana pada awal tahun 2021.

Ketua Umum HELP-S, dr. Fuad dalam acara penandatangan Letter of Inten menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras BWA menghadirkan program Kapal Dakwah Doctor Care sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan di pulau terpencil dan terluar yang sangat membutuhkannya. “Kami berharap kapal ini bukan sekedar kapal yang membawa tenaga kesehatan saja, tetapi berharap kapal dakwah ini betul-betul dilengkapi dengan ruangan yang representatif untuk melakukan pelayanan kesehatan. Walau kecil, sederhana, tapi komplet,” ungkap Fuad.

Pada kesempatan yang sama CEO BWA, Heru Binawan mengungkapkan bahwa program Kapal Dakwah Doctor Care ini mengemban visi yang besar. “Ini bukan sekedar kapal yang akan mengangkut tenaga kesehatan yang memberikan kesehatan, tapi juga memiliki nilai dakwah. Ke depan, kapal ini bisa juga membawa Al Quran dan para dai.  Sehingga Kapal Dakwah Doctor Care ini memiliki visi dunia dan akhirat,” tutur Heru.

Sekalipun pelaksanaan kegiatan efektif proyek Wakaf Khusus Kapal Dakwah Doctor Care baru akan dimulai tahun 2021 mendatang, kerja sama BWA dan HELP-S dapat direalisasikan dari sekarang. HELP-S yang memiliki jejaring di seluruh wilayah Indonesia, menyatakan siap mendukung kegiatan-kegiatan BWA yang berkaitan dengan program-program kesehatan, seperti pengobatan masal dan pemeriksaan gigi gratis di berbagai daerah.

Bulan September mendatang, BWA dan HELP-S akan mengawali kegiatan pelayanan kesehatan dengan menggunakan Kapal Dakwah #3 di pulau Panjang, salah satu kepulauan yang ada di sebelah utara Provinsi Banten.

Semoga Allah subhanahu wata’ala meridhoi kerja sama ini dan tentu semakin meningkatkan semangat kita untuk berwakaf inovatif melalui BWA.