Motor Dakwah Untuk Pemberantasan Buta Al-Qur’an Di Sungai Menang  

Kegiatan dakwah tidak boleh terhenti karena sesuatu, termasuk kurangnya sarana dan pra sarana dalam dakwah itu sendiri. Bila kita perhatikan secara seksama di sebagian besar wilayah pedalaman Sumatera memiliki infrastruktur yang masih kurang memadai, bahkan beberapa desa sulit dijangkau oleh kendaraan.

Dalam usahanya memberantas buta huruf Al-Qur’an di desa Suka Ramai, Suka Menang beliau dibantu oleh ust. Sandriyansyah. Di kampung ini ust. Sandiyansyah merintis TPA “Darul Ilmi”, saat ini memiliki 120 santri dari 4 desa sekitar. Disini termasuk kampung yang terisolir dari keramaian karena nyaris tidak ada infrastruktur yang memadai, tidak ada komunikasi, belum ada listrik yang masuk sehingga sepanjang malam gelap gulita, masyarakat hanya mengandalkan pelita atau lampu teplok. Termasuk sulitnya transportasi yang bisa digunakan di kampung ini, karena jalan yang dilalui adalah perkebunan serta hutan,  menyerupai kubangan yang berlumpur dan lincin, sehingga tidak semua jenis motor bisa melewatinya.

Melalui program “Wakaf Khusus Dakwah” Badan Wakaf Al-Qur’an mengajak kaum Muslimin membantu menyelesaikan kesulitan ust. Faruq Abdullah dan ust. Sandriyansyah dalam membina dan menyelamatkan akidah masyarakat di Suka Menang ini, untuk pengadaan 2 unit Motor Dakwah untuk Sungai Menang, Sumatera Selatan.


“Motor Untuk Sungai Menang”


Setibanya di bandara Palembang kami menuju tempat kami bermalam di dusun Bunut KM 95 Kayu Agung, OKI cukup lumayan jauh dengan waktu tempuh 5 jam lebih.

Tim yang dipimpin oleh ust. Erwin ini tidak nampak letih atau capek. Justru yang terlihat sebaliknya, mereka sangat bersemangat.

Rasa ingin tahu kondisi saudaranya yang berada di dusun Talang – desa Sungai Ceper, kecamatan Sungai menang kabupaten OKI memberi tambahan tenaga dan motivasi tersendiri.

Tim yang beranggotakan Lardi dan Niswan dibawah pimpinan ust. Erwin ini mempunyai misi untuk menyerahkan bantuan motor Wakaf Suzuki Trail dari salah seorang karyawan BPS Jakarta yaitu bapak Sarno Bin Muhadi atau biasa dipanggil pak Andi yang akan digunakan oleh tim dakwah dan pembinaan di Sungai Menang ini. Walau motor bekas tetapi masih sangat bagus dan cocok untuk daerah Sungai Menang dan sekitarnya.

Pasalnya daerah ini infrastrukturnya belum memadai sehingga tidak semua jenis motor bisa melalui jalan utama dusun ini, ketika musim kemarau seperti saat ini kami datang dihadapkan kondisi jalan yang berlubang dan berpasir serta berdebu apalagi bila musim hujan tiba, jalanan utama berubah total menjadi becek dan berlumpur seperti kubangan kerbau..

Raut wajah gembira bercampur terharu ust. Faruq Abdullah ketika menjemput tim BWA di Simpang Pematang, Mesuji, Lampung. Sepanjang perjalan tidak henti-hentinya beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada perwakilan BWA. Demikian pula beberapa tokoh masyarakat setempat yang kami temui, mereka sangat berharaf BWA membantu permasalahan umat di Sungai Menang dan sekitarnya. “Dengan adanya motor dakwah ini semoga bisa menyelamatkan akidah islam masyarakat di sini, serta kami mampu istiqomah dalam membina umat” ujar ust. Faruq Abdullah.

Selain itu Tim BWA juga membawa 200 Al-Qur’an wakaf, 200 setel mukena dan 120 kerudung untuk dibagikan kepada anak-anak perempuan dan ibu-ibu di sana, serta membawakan seekor kambing korban titipan dari seorang wakif di Jakarta. Begitu bahagianya para warga menerima Al-Qur’an, mukena dan kerudung yang dibagikan oleh partner lapang BWA ust. Faruq Abdulla tersebut

“Seolah kami mempunyai saudara di kota, buktinya kalian datang untuk kami” ujar pak H. Dono

Melalui proyek Wakaf Motor Dakwah Sungai Menang ini BWA mengajak kaum muslimin untuk memperhatikan sekaligus menolong saudara kita yang mengalami rawan akidah. Di proyek Wakaf Motor Dakwah Sungai menang ini masih membutuhkan satu (1) unit motor Trail lagi.