Assalamu’alaikum wr. wb.

Wakif yg dimuliakan Allah SWT....

Kapal Dakwah #3 Menanti Dukungan Anda

Kapal Dakwah #3 Alhamdulillah sudah mendekati penyelesaian, saat ini pembangunannya mencapai 90 % dan direncanakan akan diturunkan ke air (Dock Trial) pada akhir bulan Oktober 2017 ini.  Beberapa pekerjaan yang akan dituntaskan hingga Dock Trial adalah instalasi elektrikal kapal dan peralatan navigasi.

Insya Allah setelah kapal diturunkan ke air, berarti kapal dakwah ini siap untuk melaksanakan beberapa proyek sosial dan dakwah di pulau terpencil Nusàntara pada tahun 2018. Diantaranya;  untuk mendistribusikan Al Qur’an, mengàntar para da'i, para pelayan medis dan membantu pelaksanakan proyek-proyek sosial/wakaf anda di pulau-pulau terpencil seperti pembangunan Wakaf Sarana Air Bersih, Wakaf Sarana Pembangkit Listrik dll.

Diharapkan dengan beroperasinya Kapal Dakwah #3 BWA, taraf kehidupan masyarakat di pulau terpencil terutama yang muslim dapat meningkat dan pendidikan Al Quran dapat berjalan dengan baik. Hal ini sangat dimungkinkan karena media transporfasi berupa Kapal Dakwah #3 sangat memberi kemudahan bagi kita untuk menyalurkan apa yàng dibutuhkan untuk itu semua.

Untuk itu agar kapal dakwah #3 ini dapat segera beroperasi partisipasi infaq dari Anda masih sangat diharapkan.

Mari berinfaq untuk Kapal Dakwah melalui rekening an. Badan Wakaf Al Qur'an :

BNI SYARIAH 155.000.155.5

BCA 627.016.6.626

MANDIRI 122.000.3.000.000

BANK PERMATA SYARIAH 971.140.011

https://www.wakafquran.org/project/detail/project_kapal_jelajah_pulau_terpencil_nusantara

Semoga Allah SWT mencatat infaq dan perjuangan kita sebagai amal sholeh yang mendapatkan limpahan pahala dan keberkahan dari Nya. Aamiin.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Pahala dan kebaikan tetap Anda peroleh jika ada muhsinin yang berinfaq sebab share Anda kepadanya

Cetakan kapal sudah rampung dikerjakan sehingga kini Kapal Jelajah Pulau Terpencil Nusantara siap dicetak, Rabu (2/4) di Galangan Kapal PT Carita Boat Indonesia (CBI), Tanjung Burung, Tangerang, Banten.

Kepala Teknisi Mardani menyatakan pekerjaan awal mencetak kapal ini adalah dengan menyetel cetakan kapal agar seimbang dan tidak miring. Setelah itu, melaminasi cetakan kapal agar tidak lengket dengan cetakan.

“Pada awal proses cetakan yang dikerjakan adalah laminasi pigmen kapal, paling tidak untuk pigmen dilapis sepuluh kali, baru dilanjutkan dengan lapisan penguat kapal dengan woven roving dan chopped strand mat sebanyak 18 kali,” ujarnya.

Sedangkan manajer pelaksana Ermil Anwar menyatakan waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan kapal ini. “Insya Allah pekerjaan ini membutuhkan waktu 6 bulan jika tidak ada kendala,” ungkapnya.

Menurut penanggung jawab project Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Darminto, ini artinya pada bulan Oktober kapal insya Allah akan rampung dikerjakan, sehingga pada November sudah bisa digunakan untuk melaksanakan project Al-Qur’an Road Trip ekspedisi #1 Jelajah 99 Pulau.

Direktur Operasional dan Keuangan BWA Ichsan Salam mengatakan kondisi kurs dolar yang tidak stabil dan cenderung naik mempengaruhi harga bahan baku pembuatan kapal dan mesin utama kapal, mesin genset, serta aksesoris kelangkapan kapal. Sehingga anggaran harus direvisi.

“Semoga pengerjaan kapal ini lancar, kapalnya bermanfaat dan diberkahi Allah SWT,” doa Ichsan Salam kemudian di amini Ermil Anwar, Mardani dan beberapa karyawan  dan BWA yang hadir.[]

Pengerjaan palka Kapal Jelajah Pulau Terpencil Nusantara telah rampung, Senin (9/6) di Galangan Kapal PT Carita Boat Indonesia (CBI), Tanjung Burung, Tangerang, Banten. Dalam waktu yang bersamaan, pengerjaan tangki bahan bakar pun sudah selesai.  Dengan demikian proses pengerjaan kapal sudah mencapai 30 persen.


Para pekerja Sedang mengerjakan Palka di PT.Carita Boat Indonesia Tanjung Burung, Tangerang, Banten.

Kapal ini memiliki 3 palka utama yang ada di depan kapal serta 2 palka kecil di samping kanan kiri di belakang kapal semuanya berbahan foam kedap udara. Kapasitas palka sekitar 15 ton. Cukup memuat ribuan Al-Qur’an, sajadah, dan bahan-bahan lain yang akan didistribusikan ke berbagai pulau terpencil di seluruh Nusantara.

Sedangkan tangki bahan bakar berada di samping kanan dan kiri kapal dengan kapasitas masing-masing 1800 liter solar. “Dengan kapasitas ini insyaAllah cukup untuk melakukan perjalanan selama tujuh hari non stop atau bisa berlayar sampai jarak tempuh minimal sekitar 1000 mil (1600 KM) dengan kecepatan mesin 8 knot,” ungkap Kepala Teknisi  CBI Mardani

Sambil proses pengerjaan deck kapal, saat ini juga sedang dipesan mesin utama kapal merk Deutz Marine type TBD226B-6C4 dan juga genset kapal kapasitas 30 KVA. Mesin ini dipilih karena kehandalannya dan suara yang tidak berisik serta konsumsi BBM yang relatif lebih irit bila dibanding dengan mesin yang sejenis.

Pengadaan mesin utama dan genset ini membutuhkan waktu  sebulan. Sambil menunggu pengadaan mesin, melalui program Wakaf Khusus, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin mewakafkan hartanya untuk menyukseskan project wakaf  Kapal Jelajah Pulau Terpencil Nusantara ini.[]

Sekitar sepuluh pekerja dengan kompak membuka cetakan yang menempel pada body kapal Jelajah Pulau Terpencil Nusantara (JPTN). Begitu cetakan kapal dibuka, nampak body kapal wakaf yang orange halus mengkilat. Sabtu (28/5) di Galangan Kapal PT Carita Boat Indonesia (CBI), Tanjung Burung, Tangerang, Banten.

Para pekerja sedang melepaskan Cetakan Kapal di Galangan Kapal PT.Carita Boat Indonesia, Tanjung Burung, Tangerang-Banten

Dengan dibukanya cetakan yang menempel pada body, menandakan pengerjaan leminasi body sudah selesai. Artinya, pembuatan kapal JPTN sudah mencapai 60 persen. Proses selanjutnya adalah pembuatan interior kapal seperti dashboard nakhoda, kamar tidur, toilet, dapur serta penguatan dudukan mesin.

Kemudian dilanjutkan dengan proses pemasangan mesin induk kapal. Ada pun biaya yang diperlukan untuk pengadaan mesin induk kapal Rp 250-300 juta.  “Fluktuasi harga terjadi karena harga mesin kapal dan genset dalam kurs dolar Amerika, sehingga kemungkinan kenaikan harga mesin kapal dapat terjadi,” ujar General Affair Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Agus Salim yang bertugas memesan segala keperluan kapal.

Di bulan Ramadhan ini kaum Muslim diharapkan kembali mengeluarkan donasinya untuk project wakaf  ini. Sehingga pada Agustus mendatang, mesin siap di pasang dan proses finishing kapal berjalan sesuai waktu yang diagendakan.

Mari bergabung dalam kebaikan ini, karena setiap ombak yang dilalui kapal wakaf ini untuk kebaikan dan memberi manfaat kepada umat yang akan mengalirkan pahala kepada para wakif (donator wakaf). Untuk itu, Anda harus Ikut![]

Pembangunan Kapal Jelajah Pulau Terpencil Nusantara (Kapal Jelajah PTN) sudah berjalan 70 persen. Hal itu ditandai dengan sudah terbentuknya dashboard meja nakhoda, kamar tidur, dapur dan kamar mandi. “Tinggal di-finishing!” ungkap Ermil Anwar, site manajer pembuatan kapal PT Carita Boat Indonesia (CBI), Selasa (12/7) di Galangan Kapal CBI, Tanjung Burung, Tangerang, Banten.

Kamar tidur yang dibuat berkapasitas sekitar 8 orang. Empat tempat tidur terletak di belakang ruang kemudi, sedang yang lainnya berada di belakang. Sedangkan kamar mandi dan dapur terletak di bagian belakang kapal.

Dalam kesempatan yang sama, Darminto penanggungjawab project dari Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), menyatakan pembangunan kapal wakaf ini berjalan dengan lancar.

Alhamdulillah, pelaksanaan pembangunan kapal berjalan tanpa kendala yang berarti,” ujarnya.

Menurut Darminto, lancarnya proses pembuatan kapal karena ini merupakan kali ketiga BWA membuat kapal wakaf. Sehingga pengalaman-pengalaman yang didapat dari proses pembuatan dua kapal sebelumnya sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pembangunan kapal ketiga ini.

 

Setelah semuanya beres di-finishing, pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan mesin induk dan generator yang rencananya akan dipasang pada awal September 2014.

Untuk itu BWA mengajak kaum Muslimin untuk terus mendukung project ini dengan doa dan wakaf. “Karena dalam pengadaan kapal ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit,” ungkap Darminto.

Sesuai dengan namanya, Kapal Jelajah Pulau Terpencil Nusantara akan digunakan untuk menjelajah pulau terpencil di Nusantara. Mendistribusikan Al-Qur’an sebagai realiasi program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP) serta menggali potensi dan masalah masing-masing pulau untuk dicarikan solusinya, khususnya masalah kesulitan air bersih dan masalah ekonomi yang nantinya akan diangkat menjadi project BWA lewat program Water Action for People (WAfP) dan Zakat Peer to Peer (ZPP).[]

BWA-WK. Pembangunan Kapal Jelajah Pulau Terpencil Nusantara sudah mencapai 80 persen. “Artinya, dua puluh persen lagi rampung!” tegas manajer pelaksana PT Carita Boat Indonesia (CBI) Ermil Anwar, Kamis (2/10) di Galangan Kapal CBI, Tanjung Burung, Tangerang, Banten.

Tempat peristirahatan dalam Kapal Jelajah Pulau Terpencil Nusantara

Agenda selanjutnya adalah pekerjaan pembuatan railing kapal, pemasangan plafon atap kapal, pemasangan anti slip pada lantai agar tidak licin, pemasangan lampu-lampu kapal, pemasangan peralatan navigasi dan komunikasi kapal, pemasangan mesin induk, genset dan kemudi kapal dan propeler kapal.

Sedangkan pengerjaan body kapal sudah selesai 93 persen. “Tinggal finishing saja,” ungkap Kepala Teknisi CBI Mardani.

Selain pengerjaan di atas, pada Oktober ini ditargetkan pula proses pemasangan mesin induk kapal dan genset selesai dilaksanakan. Sedangkan Dock Trial (penurunan kapal ke air) direncanakan pada November 2014. “Pada bulan ini biasanya air sungai Cisadane tinggi karena hujan. Sehingga memudahkan proses penurunan kapal ke air,” kata Mardani.

Jika semua rencana berjalan dengan baik, insya Allah pada Januari 2015 kapal diresmikan dan mulai beroperasi mendistribusikan Al-Qur’an ke pulau-pulau terpencil. “Diawali dengan ekspedisi pertama ke Kepulauan Seribu, pulau-pulau kecil Provinsi Banten dan pulau-pulau kecil di Selat Sunda, Propinsi Lampung serta pulau di selatan Propinsi Banten,” ujar penanggung jawab project Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), Darminto.[]

Sejak diluncurkan project wakaf khusus kapal jelajah pulau terpencil nusantara pada tahun 2014 yang lalu, alhamdulillah sampai saat ini mesin kapal dan propeler serta kemudi kapal sudah selesai dipasang. Secara prosentase pengerjaan kapal sekitar 90%, menyisakan instalasi elektrikal kapal dan alat-alat navigasi.

Kapal yang memiliki lebar 4,5 meter dan panjang 18 meter ini direncanakan akan menjalani dock trial pada bulan Oktober serta sea trial pada november 2017. Setelah dipasang peralatan navigasi kapal terutama alat sonar kapal. Semoga akhir tahun 2017 ini kapal jelajah pulau terpencil nusantara ini sudah siap berlayar menjalankan misinya pada akhir tahun 2017.

saat mesin kapal dimasukkan ke lambung kapal

Project yang akan dilakukan selain distribusi al Qur’an ke pulau-pulau terpencil juga akan dilaksana project pelayanan kesehatan untuk warga pulau terpencil di nusantara. Bentuk kegiatan project ini berupa pengiriman dokter dan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk warga pulau terpencil.

Awal tahun 2018 direncanakan akan mengirim al Qur’an ke pulau Sabira dan pengiriman dokter dan tenaga kesehatan dalam project dokter care untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk warga pulau sabira yang merupakan pulau terujung dari gugusan pulau utara Jakarta.

Selain pulau sabira, kapal jelajah ini juga akan mengirimkan al qur’an ke beberapa pulau di wilayah Kepulauan seribu dan banten. Antara lain pulau tunda, pulau panjang, pulau untung jawa, pulau lancang, pulau tidung. 

Mesin kapal susah payah dimasukkan ke dalam kapal

Dalam kesempatan distribusi al Qur’an kepulau terpencil tersebut, tim BWA juga akan menggali problem sosial yang dihadapi warga pulau terpencil ini. Problem sosial yang biasa dihadapi adalah kekurangan air bersih (tawar), akses Listrik dan Pendidikan selain masalah keterbatasan Al Qur’an yang dimiliki warga pulau terpencil.

Masih ada kesempatan bagi anda untuk berwakaf untuk menyelesaikan kapal jelajah pulau terpencil nusantara ini. Insya Allah selama kapal ini berlayar menyusuri lautan mengirim Mukjizat nabi Muhammad SAW yakni Al Qur’an, mengirimkan para dokter dan tenaga kesehatan, dan wasilah kebaikan lainnya, akan mengirimkan pahala kepada anda.  Untuk itu anda harus ikut!!

Dock Trial KM JPTN Fatahillah


Tepat Pada hari kamis tanggal 16 nov 2017 tim BWA melakukan proses menurunkan ke air Kapal Motor Jelajah Pulau Terpencil Nusantara Fatahillah (KM JPTN FATAHILLAH) untuk diturunkan ke air atau yang biasa disebut Dock Trial. Dock trial ini merupakan proses yang harus dilakukan setiap kapal sebelum bisa diizinkan berlayar dan melaksanakan tugasnya. Tugas dari KM JPTN FATAHILLAH ini tidah berbeda dari kapal-kapal dakwah pertama dan ketiga kita, yakni untuk memudahkan transportasi pendistribusian Al- Qur’an dan kebutuhan lainnya bagi saudara muslim kita di pelosok dan pulau-pulau terpencil nusantara. 

Proses dock trial ini dimulai sejak pukul 11.00 pagi dengan melibatkan sedikitnya 12 orang. Butuh kehati-hatian dari para kru untuk menurunkannya karena berat dari kapal ini mencapai 20 Ton. Suasana dramatis dan gembira ketika tepat pukul 15.30 kapal dapat turun ke air dengan mulus dan selamat. Pekikan takbir mengiringi kegembiraan para kru beserta tim BWA.

Prosentase perolehan dana wakaf dari kappa dakwah ketiga (KM JPTN FATAHILLAH) ini sudah mencapai 99% jadi bisa dikatakan sekarang ini tersisa proses finishing dan kelengkapan alat-alat yang belum terpasang. 

Bagi Anda yang belum sempat untuk turut serta berwakaf di kapal dakwah ketiga ini, masih ada kesempatan untuk memenuhi 1% lagi sebelum kapal dakwah ketiga ini berlayar.

Nah insya Allah setelah ini akan ada proses Sea Trial yaitu menampilkan kapal ini di hadapan wakif dan dilanjutkan dengan pelayaran membelah lautan Indonesia. Semoga amal jariah Anda dapat menghadirkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.