BWA-WAfP. Sudah hampir 2 tahun, sejak Tim Badan Wakaf Al Qur’an datang ke Pulau Madu.  Alhamdulillah pada tanggal 5 Oktober 2015 lalu, BWA punya kesempatan kembali mendatangi pulau tersebut. Kehadiran Tim BWA kali ini melakukan survey kedua untuk mencari titik sumber air dan melakukan pemetaan rencana distribusi air ke beberapa dusun.


WAfP - Pulau Madu

Peletakan batu pertama pembangunan Sekretariat Nadzir Wakaf di desa Pulau Madu.

Dan tak kalah penting pada tanggal 9 Oktober 2015 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan sekretariat Nadzir wakaf sarana air bersih. Sekretariat sekaligus akan menjadi lokasi bak penampungan air bersih ini berdiri diatas lahan ukuran 13 x 13 meter yang merupakan tanah wakaf masyarakat desa Pulau Madu.

Selain itu dalam survey kali ini, kami mendapatkan fakta bahwa penduduk Pulau Madu pernah mendapatkan bantuan Mesin Desalinasi air, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan namun saat ini mesin tersebut mengalami kerusakan pada pompa dan filternya. Tim BWA akan mempelajari dan mendata kebutuhan untuk memperbaikinya. Adapun untuk sumur sumber air, Tim BWA  merencanakan melakukan pengeboran di sebuah titik yang jaraknya sekitar 300 m dari rencana lokasi bak penampungan tadi.

“Kami sangat haru dan bangga, jika ada project air bersih di kampung kami, belum ada dalam bayangan kami, orang Jakarta jauh-jauh melakukan perjalanan menuju pulau madu untuk membantu kami yang kesulitan air tawar. Semoga semua usaha dan perjuangan orang-orang Jakarta membanguan sarana air bersih di pulau kami ini dibalas oleh Allah”, ujar pak Geno (kepala desa Pulau Madu) kepada tim Badan Wakaf Al Qur’an.

Pembangunan tahap #1 yakni ruang sekretariat nadzir dan bak penampungan diperkirakan selesai dalam beberapa bulan kedepan. Kami Badan Wakaf Al Qur’an terus mengajak kaum muslimin untuk berpartisipasi dalam project ini. Semoga donasi atau wakaf para wakif akan menglirkan pahala tanpa henti.

 

Partner Lapang:

 Ustadz Arifuddin Anwar

Alhamdulillah proses penggalangan dana untuk pembangunan wakaf sarana air bersih di pulau madu telah terkumpul Rp. 228.317.818,- per tanggal 13 Agustus pagi sebelum jam 07.00 pagi. Kami ucapkan Jazakumullah khairan jaza' kepada donatur/wakif yang telah berpartisipasi dalam kampanye pembangunan wakaf sarana air bersih di pulau madu ini.

warga antri mengambil air di sumur

Respon masyarakat untuk membantu saudara kita yang kesulitan air bersih di wilayah ini cukup besar. Semoga informasi wakaf sarana air bersih ini dapat tersebar ke banyak orang sehingga segera terkumpul dana untuk pembangunan sarana air bersih di pulau terpencil ini.

Dana yang terkumpul diatas merupakan gabungan dari jumlah donasi yang berhasil dilakukan oleh Badan Wakaf Al Qur’an, salah satunya melalui kitabisa.com. Silahkan kunjungi laman kampanye BWA di www.kitabisa.com/bantuwargapulaumadu untuk melihat kampanye wakaf sarana air bersih untuk warga pulau madu.

Pada akhir juli 2016 yang lalu, Ustadz Arifudin Anwar selaku partner lapang BWA untuk pulau madu berkunjung ke kantor BWA dan menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan safari dakwahnya di wilayah pulau-pulau terpencil di NTT. Dan pada pertengahan bulan Agustus 2016 nanti Ustadz Arifudin Anwar akan melakukan supervisi pekerjaan pembangunan sekretariat pengurus wakaf dan power house ke pulau Madu. Ditargetkan awal bulan September sekretariat pengurus dan power house selesai dikerjakan.

Sekretariat ini berfungsi untuk kegiatan administrasi dan kantor pengurus sarana air bersih yang dibangun, juga untuk menyimpan mesin desalinasi air payau. Pengurus wajib menjaga dan merawat agar mesin ini bisa beroperasi dengan baik dan dapat bertahan lama.

Mohon do’a agar proses pembangunan sarana air bersih di pulau Madu ini berjalan sesuai dengan rencana dan proses penggalangan dana dapat segera terkumpul. Agar pengadaan mesin desalinasi air payau dapat segera terwujud, dan pembangunan sarana air bersih segera selesai. Sehingga krisis air bersih di pulau pulau madu segera tuntas, dan tak kalah pentingnya pahala akan mengalir untuk para donatur/wakif dan juga semoga semua pihak yang terlibat mewujudkan sarana air bersih di pulau madu ini. Aamiin..

Mesin desalinasi yang dibeli memiliki kapasitas 2000 liter/jam. Dengan tingkat filterisasi minimal 92% dari TDS (Total Dissolve Solid) awal air baku.

Pada saat percobaan mesin yang dilakukan di bandung, air dengan TDS 3600 ppm berhasil difilter dengan TDS 116ppm.

Berdasarkan peraturan dinas kesehatan republik Indonesia, air layak minum adalah air dengan TDS maksimal 500 ppm. Mengacu pada standar ini, maka air yang berhasil difilter dengan alat ini layak konsumsi.

Air baku yang akan difilter di pulau mau memiliki TDS sekitar 4000ppm, dengan perhitungan yang sama maka diperkirakan akan dihasilkan air dengan TDS sekitar 92 ppm.

Alhamdulillah pada tahun ini, proyek ini selesai dikerjakan. Mesin desalinasi telah dipesan dan saat ini sudah berada di kapal Armada bahari mulya yang akan berangkat berlayar menuju pulau madu.

Dengan rampungnya mesin desalinasi ini, proyek pulau madu telah selai dikerjakan 50%, menyisakan pengiriman ke pulau madu mengarungi laut dan juga set up mesin di lokasi.

 

Rencana Peresmian

Rencananya presmian wakaf sarana air bersih ini diresmikan pada bulan mei 2017 ini, direncakan sebelum bulan Ramadhan 1438 H, wakaf sarana air bersih ini sudah bisa dioperasikan dan diresmikan untuk digunakan oleh warga pulau madu.

Wakaf sarana air bersih ini akan dikelola oleh Nadzir wakaf yang sudah ditunjuk oleh BWA yakni pak Geno yang saat ini kebetulan menjabat sebagai kepala desa. Pak Geno akan memberikan laporan penggunaan wakaf sarana air bersih ini berupa mesin desalinasi dan perlengkapan lainnya agar bisa bertahan lama.

Pulau madu merupakan salah satu pulau yang menjadi daerah binaan Ustadz Arifudin Anwar yang memiliki pesantren yatim dan dhuafa di pulau adonara flores timur NTT. Beliau juga akan membantu melakukan monitoring secara berkala, rencananya setiap 4 bulan sekali beliau akan ke pulau madu. Untuk melihat pemanfaatan wakaf sarana air bersih di pulau Madu ini.

Harapan warga Pulau Madu untuk dapat mengakses air tawar semakin menjadi, pasalnya sekretariat nazir wakaf sarana air bersih dan tempat penyimpanan mesin desalinasi sudah jadi.  “Kami sangat berterima kasih atas partisipasinya dan inisiatif dari Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) untuk membantu desa kami yang sangat membutuhkan air bersih,” ungkap Asmunawir, pejabat Desa Pulau Madu, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Bila dipersentasikan, pembangunan sarana air bersih tersebut baru rampung 25 persen.  “Karena masih menunggu mesin desalinasi yang masih proses pemesanan di Jakarta,” ungkap Darminto, penanggung jawab proyek pembangunan sarana air bersih BWA, Kamis (26/1/2017).

Darminto menargetkan instalasi mesin desalinasi dapat diwujudkan pada Maret 2017.

Mesin desalinasi dirancang agar menghasilkan air tawar dengan TDS di bawah 100 ppm berkapasitas 20.000 liter setiap harinya. Dengan kapasitas ini diharapkan kebutuhan air warga Pulau Madu untuk memasak dan minum dapat terpenuhi.

Bangunan belum di finishing meninggu semua peralatan desalinasi

Estimasi jumlah penduduk yang berjumlah 300 KK, dengan kebutuhan air bersih setiap KK memerlukan 50 liter, maka setiap hari diperlukan 15.000 liter air bersih. “In syaa Allah kapasitas mesin desalinasi yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga Pulau Madu ini,” ujar Darminto.

Agar target instalasi mesin desalinasi dapat terwujud sesuai waktu yang ditargetkan, melalui program Water Action for People (WAfP), BWA mengajak kepada kaum Muslimin untuk terus berwakaf untuk pengadaan sarana air bersih di pulau kecil paling tenggara Sulawesi Selatan.  Karena setiap tetes air yang digunakan oleh warga untuk masak dan minum akan memberikan pahala kepada para wakif. Untuk itu Anda harus ikut![]

Alhamdulillah, tanggal 24 mei 2017 perjalanan menuju pulau Madu dilanjutkan setelah semalam cuaca tidak mendukung sehingga harus berhenti di pulau Pemana. Birunya laut yang masih asri serta pemandangan pelau besar (merkuri) membayar lunas penantian semalaman, ditambah indahnya sunrise memberikan pengalaman tersendiri bagi tim BWA.

sunrise di pulau padu

Pada pukul 7.15 WITA kapal Armada Bahari Mulya yang membawa mesin desalinasi dan genset berlayar lagi menuju pulau madu. Di nakhodai oleh bapak Berani Dusu dan juga bapatua Ibrahim, kapal wakaf yang di melakukan perdana pada 8 april 2013 di dermaga pangkalan PLP kelas 1 Jakarta ini langsung tancap gas. Butuh waktu sekitar 8 jam untuk menuju pulau Madu, artinya sekitar sore kapal ini InsyaAllah sampai di lokasi proyek.

pulu pemana

Sebelumnya saat kapal berangkat dari lamongan Jawa Timur, kapal mengalami kandas karena air laut menyusut sehingga kapal harus diam dulu menunggu air laut pasang. Kapal baru bisa berlayar jumat siang sekitar jam 13.30 WIB setelah melaksanakan sholat Jum’at. Perjuangan belum selesai sampai disini.

Saat kapal sampai di wilayah perairan Bali.. Kapal Armada Bahari Mulya dihadang oleh ombak tinggi sekitar 4 meter mulai dari jam 18.00 sampai jam 02.00 dini hari waktu setempat. Namun karena bapatua Ibrahim sudah terbiasa dan berpengalaman mengemudikan kapal, Alhamdulillah, kapal akhirnya melaju dengan selamat.

kapten kapal bari mulya

Sepanjang jalan menuju pulau madu Alhamdulillah cuaca sangat bersahabat, laut teduh bahkan ombakpun tidak ada riaknya. Mungkin do’a dan dzikir kami semalam didengar oleh Sang Pemilik Lautan, Allah Azza Wa Jalla. Ditambah pagi setelah sholat shubuh berjama’ah di kapal, ustadz Arifudin memimpin do’a agar perjalanan ke Pulau Madu ini menjadi perjalananan yang penuh dengan kebaikan dan terasa cepat walaupun jaraknya cukup jauh. Alhamdulillah..

Ditengah perjalanan, tepatnya jam 16.46 kapal diiringi ikan lumba-lumba yang bermain ke permukaan laut.. subhanallah..

Apakah tantangannya sudah selesai? Belum.. Kepala desa pulau madu belum bisa dihubungi karena jaringan seluler di pulau Madu juga jelek bahkan nyaris tidak ada sama sekali. Semoga beliau tidak pergi, sehingga bisa mempersiapkan segala kebutuhan tim untuk menurunkan mesin genset yang beratnya hampir 1 ton, dan juga mesin-mesin desalinasi.

Peresmian di hari terbaik  

Rencana Peresmian wakaf sarana air bersih ini akan dilakukan pada tanggal 26 Mei 2017. Sehingga Ramadhan tahun ini warga pulau madu tidak lagi mengalami krisis air bersih. Mereka tidak lagi minum kopi asin karena air yang mereka selama ini payau bahkan asin.

Lebih dari itu, yang paling membahagiakan adalah mengalirnya pahala kepada seluruh wakif yang telah berpartisipasi mensukseskan proyek ini.

Masih ada beberapa proyek wakaf sarana air bersih yang dilakukan oleh BWA, dan masih membutuhkan banyak dana wakaf. Oleh karena itu jangan sampai terlewat kesempatan emas, menyambut bulan ramadhan siapkan harta terbaik Anda untuk berwakaf, niatkan pahalanya untuk Anda atau orang-orang tercinta yang telah meninggal. Insya Allah pahalanya akan sampai kepada mereka yang telah wafat.. Anda harus ikut!!

Ratusan warga berwajah ceria, tersenyum hingga bahkan tertawa saat air muncrat mengalir deras membasahi wajah anak-anak Onesatonde yang mengelilingi kran air dalam acara simbolik peresmian wakaf sarana air bersih, Jum’at (26/5/2017) di depan Sekretariat Nadzir Wakaf  Sarana Air Bersih, Pulau Madu.

“Kami, mewakili warga Pulau Madu, sangat senang dan bahagia dengan adanya mesin filter ini, apalagi ini sudah memasuki bulan-bulan kemarau, sehingga adanya mesin filter ini sangat penting untuk penyediaan air tawar bagi penduduk Pulau Madu,” ujar Kepala Desa Pulau Madu Geno, dalam sambutannya.

Rasa senang juga disampaikan Suryani, seorang ibu yang setiap pukul 02.00 atau 03.00 harus antri mengambil air di satu-satunya sumur yang airnya tawar yang ada di Pulau Madu. “Senang sekali Pak, jadi saya tidak perlu pergi ke sumur ini pagi-pagi untuk ambil air tawar,” ucap ibu tiga anak ini.

Hal senada juga disampaikan Dita. “Warga biasanya ambil air tawar ke sumur ini Pak, jam 02.00 itu sudah rame orang bahkan kalau musim kemarau di bulan Oktober sampai Februari, tempat ini (sumur) seperti pasar, bahkan ada yang membawa bayi mereka ikut ngantri di sumur untuk mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Antusiame warga menyambut adanya air tawar semakin bermakna tatkala peresmian wakaf sarana air bersih ini dilakukan menjelang hari pertama Ramadhan 1438 H.  “Alhamdulillah, Insya Allah ini adalah Ramadhan pertama warga Pulau Madu menikmati air tawar,” ujar Ustadz Arifudin Anwar, mitra lapang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) saat meminum air hasil filterisasi dari TDS 5400 ppm menjadi 100 ppm. 

Mesin desalinasi dan juga generator set (genset) merek Yanmar-Stanford berkapasitas 10 KVA type silent disimpan dan dirawat oleh nadzir wakaf di sekretariat tersebut.

Arifudin terlihat menahan haru sesaat setelah meminum air tawar tersebut, karena perjuangan membawa mesin desalinasi dari Lamongan sampai ke Pulau Madu sungguh sangat berat.

Alhamdulillah, air tawar yang selama ini menjadi impian bagi warga pulau madu akhirnya terwujud berkat wakaf sarana air bersih dari kaum Muslimin yang berhasil digalang BWA sejak 2014 melalui program Water Action for People (WAfP).

Pulau Madu merupakan pulu kecil dan terpencil yang berada paling selatan dari Provinsi Sulawesi Selatan. Pulau ini hanya memiliki lebar sekitar 1 Kilometer dan panjang sekitar 8 Kilometer.[]