Murid-murid SDN Munjul, yang berlokasi di Desa Boongsari, Kecamatan Tanjung Gunung, Kabupaten Tasikmalaya, tampak berbaris di selasar sekolah. Masing-masing mereka membawa sebotol air untuk dimasukkan ke dalam toren milik sekolah. Hal ini dilakukan setiap hari, dan sudah menjadi kewajiban setiap murid. Air dari toren ini sangat diperlukan untuk kegiatan bersuci dan MCK di sekolah.

Aturan ini diterapkan karena SDN Munjul tidak memiliki sumber air bersih sendiri. Satu-satunya yang menjadi andalan hanyalah air hujan. Di saat kemarau, air bersih menjadi langka. Terbatasnya air membuat kondisi WC sangat kumuh dan bau. Kondisi ini sangat tidak sehat sangat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

(Kondisi MCK Warga Bojongsari)

(Kondisi MCK Warga Bojongsari)

Imron, salah seorang guru SDN Munjul menceritakan, “Kami sangat membutuhkan air bersih. Sekolah hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Sejak kemarau panjang kami sangat susah untuk mendapatkan air bersih bahkan apabila  kami ingin buang air besar atau ingin biar kecil harus mencari air jauh kira-kira 2 kilometer sampai ke air yang dibutuhkan,” tuturnya.

Masalah kekeringan yang diceritakan Imron, dialami oleh umumnya masyarakat Desa Bojongsari, terutama warga Dusun Munjul dan Dusun Kalangsari yang lokasinya berada di wilayah paling atas Desa Bojongsari. Tidak adanya sumber air bersih di wilayahnya membuat warga desa sangat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari, seperti untuk makan, minum, dan MCK. Ibadah di masjid juga terkendala karena ketiadaan air. Ditambah lagi sekarang kemarau berlangsung panjang, sudah hampir 7 bulan tidak turun hujan. Tanah-tanah sudah merekah dan pecah.

(Kolam Air Warga yang Mengering)

(Kolam Air Warga yang Mengering)

Dalam situasi yang sulit ini, untung ada relawan yang membantu men-dropping air bersih untuk warga Bojongsari. Namun jumlah air yang tersedia terbatas, tidak bisa menyelesaikan krisis air yang membelenggu warga. Bojongsari membutuhkan bantuan yang dapat membebaskan mereka dari kekeringan secara merata ke seluruh desa dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Badan Wakaf Al ‘Quran (WAP) telah melakukan survei dan merancang program pembangunan sarana air bersih atau Water Action For People (WAFP) untuk warga Bojongsari. Kegiatan pokoknya berupa pipanisasi, yaitu mengambil air dari sumbernya yang berada di luar desa Bojongsari (Desa jatijaya), kemudian mengalirkannya ke wilayah Desa Bojongsari hingga sampai ke rumah-rumah warga.

Untuk mewujudkan itu hal ini diperlukan effort yang diperlukan cukup besar karena sumber air berada di luar Desa Bojongsari. Namun hal sulit akan terasa mudah jika dilakukan bersama-sama. Karena itu BWA mengajak para wakif untuk bersama-sama mendukung program pembangunan sarana air bersih di Bojongsari ini. Semoga niat baik dan bantuan yang diberikan membawa manfaat yang besar bagi warga Bojongsari, dan mendatangkan keberkahan pula bagi semua pihak yang berpartisipasi. Akhirnya, semoga Allah Subhanahuwata’aala memudahkan dan melancarkan upaya kita bersama untuk membebaskan warga Bojongsari dari kekeringan.