Berat benar perjuangan warga Dusun Sukorame, Kecamatan Dlingo, Yogyakarta untuk mendapatkan air bersih. Di daerah ini tidak ada sumber air yang stabil. Sehari-hari warga mengandalkan air resapan sungai, yang diperoleh dengan cara menggali sumur dangkal di samping sungai, kemudian mengalirkan airnya ke rumah-rumah warga. Alternatif lain yang selama ini dilakukan adalah menyedot air dari sungai, membuat bak tadah hujan, atau membeli air yang di-dropping oleh pemerintah daerah.

Di saat kemarau, sumber-sumber air ini tidak bisa diandalkan. Pada awal Oktober 2019, kondisi sumur resapan sungai mengering, karena air sungai sudah menyusut drastis. Sementara bak tadah hujan kosong lantaran hujan tak kunjung turun, dan dropping air dari pemda sering terlambat tiba. Untungnya, di saat-saat tertentu ada relawan dan donator yang mengirimkan mobil tangki air untuk mengisi bak-bak air miliki warga. Namun bantuan ini sifatnya sementara dan insidental, belum berupa solusi yang permanen.

(Warga Dusun Sukorame Mengalami Kesusahan Mengakses Air Bersih)

(Warga Dusun Sukorame Mengalami Kesusahan Mengakses Air Bersih)

Dusun Sukorame terdiri dari 277 Kepala Keluarga (KK). Untuk “berburu” air bersih, warga membentuk kelompok-kelompok kecil yang umumnya terdiri dari 4-5 rumah. Ada pula satu kelompok air yang besar dengan anggota sekitar 40 rumah. Kelompok ini menamakan diri Paguyuban Sumbergiri yang diketuai Pak Suyatno, beliau sekaligus merupakan mitra lapangan BWA dalam proyek wakaf ini. 

Ketika sumber air yang ada tidak dapat diandalkan lagi, kelompok-kelompok warga berupaya mencari alternatif dengan membuat sumur-sumur baru di sepanjang pinggiran sungai. Kendati sebenarnya kualitas air sumur itu buruk, kandungan unsur besinya tinggi sehingga tidak layak konsumsi. Namun warga tidak punya pilihan lain, tetap menggunakan air tersebut untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari. 

Badan Wakaf Al’Quran (BWA) mendapat informasi tentang kondisi kekeringan di Dusun Sukorame ini, lalu mengirimkan tim untuk melakukan survei dan tes geolistrik di Sukorame. Hasilnya ditemukan lapisan akuifer yang potensial untuk dilakukan pengeboran. Adanya akuifer memberikan harapan besar bagi Dusun Sukorame untuk memiliki sumber air bersih yang layak dengan jumlah yang cukup bagi warga. Atas dasar penemuan titik akuifer ini BWA mengadakan proyek Wakaf Sarana Air Bersih atau Water Action for People (WAFP) di Dusun Sukorame.