[ Hartamu yang tidak pernah habis adalah yang dibelanjakan di jalan Allah SWT]

BWA-WK. Mungkin tidak pernah terbesit dibenak kita sewaktu membeli atau memakan sayuran, betapa sulitnya menanam, merawat dan memanen sayuran tersebut. Menggarap lahan pertanian memang  bukan perkara mudah, apalagi jika alat-alat penunjangnya sangat terbatas. Alhasil, para petani  harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menggarap lahannya itu.

pak surip

(Pak Surip sedang mengisi jerigen dengan air untuk menyiram tanaman)

Itulah yang saat ini dirasakan oleh Pak Surip (35 th) dan Pak Jani (49 th).  Mereka berdua adalah petani penggarap asal Indramayu yang memanfaatkan lahan kosong di daerah Babelan – Bekasi – Jawa Barat. Mereka dan para petani lainnya tinggal di gubuk dekat areal pertanian.  

Proses penyiraman tanaman yang mereka lakukan terbilang masih sangat tradisional. Mereka menggunakan alat siram sederhana yang terbuat dari jerigen. Bisa kita bayangkan, jika 2 hektar lahan pertanian harus disiram secara manual, tentu akan menguras banyak energi dan memakan waktu yang lama. Sedangkan untuk mengalirkan air kelahan pertaniannya, mereka menggunakan mesin penyedot  air berbahan baku solar yang membutuhkan dana cukup besar, apalagi saat harga bahan bakar naik.

 

Pak Jani

(Pak Jani dan Pak Surip sedang menjelaskan tentang lahan pertanian)

Rabu, 30 Maret 2016 kami berkesempatan menyaksikan langsung proses penyiraman tanaman tersebut. Alat siram sederhana dari jerigen itu mereka celupkan ke kubangan air, kemudian diangkut dan disiramkan kesemua tanaman pertanian. kami yang berdiri didekat lahan pertanian, melihat  mereka berkuah peluh kepayahan saat bolak-balik mengambil air. “Betapa besar jasa mereka dalam menyediakan sayuran untuk kita semua” pikir kami waktu itu.

Menurut Pak Jadi, dibutuhkan 1000 jerigen/hari isi 20 liter untuk menyiram seluruh tanamannya. Dia mengaku sering kena encok, sakit pinggang dan kelelahan fisik. Namun semua itu harus ia jalani agar tanamannya tumbuh dengan baik.

Semenjak 5 tahun menggarap lahan pertanian, mereka mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik benih ataupun alat penunjang pertanian lainnya, padahal para petani penggarap ini cukup banyak jumlahnya. Semuanya mereka upayakan sendiri dengan modal seadanya. Yang penting bagi mereka adalah lahan itu bisa ditanami sehingga dapat menghasilkan  walau tidak besar.

madira

(Seorang petani yang sedang memanfaatkan Tradle Pump)

Maka perlu ada upaya lain untuk meringankan beban para petani penggarap ini. Atas dasar itulah Badan Wakaf Al Quran (BWA) melalui Program Wakaf Khusus mengajak kaum muslimin untuk membantu pengadaan  Tradle Pump . Tradle Pump adalah sebuah alat yang dapat membantu proses irigasi/penyiraman agar lebih mudah, cepat dan efisien.

BWA mengajak para wakif yang dirahmati Allah untuk meraih aliran pahala yang tiada henti dengan mewakafkan tradle pump untuk Pak Surip dan Pak Jani.

 

Partner Lapang :

Alimudin Baharsyah

Donasi yang dibutuhkan:

Rp. 23.700.000 (pengadaan 3 tradle pump)

BWA - Wakaf Khusus. Terlihat begitu senang, Jani (50 tahun) sebagai nadzir wakaf,  saat menerima tiga unit pompa air kayuh (treadle pump) untuk kelompok tani tanah garapan yang ada di Babelan, Bekasi, Jawa Barat, pada hari Selasa (26/07/2016) baru lalu. Sebagai nadzir wakaf, dirinyalah yang akan bertanggung jawab menjaga dan mengatur pemakaian treadle pump bagi kelompok taninya.

Wakaf Khusus - Trudle Pump Babelan

Penyerahan Treadle Pump kepada pak Jani (50 tahun), petani penggarap di Babelan, Bekasi Jawa Barat.

Tak mau menunda-nunda, ia langsung mencoba alat penyiram tanaman tersebut. Dengan semangat Karnita (34 tahun), adiknya, mengayuh pedal untuk menyedot air dari sungai, sedangkan dengan senyum-senyum Jani menyemprotkan airnya.

Bagi Jani dan para petani kelompoknya, treadle pump merupakan teknologi baru yang sangat bermanfaat karena lebih meringankan beban mereka untuk menyiram tanaman. Treadle pump tersebut merupakan wakaf dari kaum Muslimin yang digalang BWA melalui program Wakaf Khusus.

“Semoga semua pihak yang telah peduli dan mau membantu diberi pahala oleh Allah SWT dan dilancarkan rezekinya,” doa Jani dengan tulus.[]