02 Mei 2024

Meski Fasilitas Minim, Al-Hamid Tetap Lahirkan Santri Prestatif

Tag:
WKDPembangunan PonpesAl HamidBimaNTB

Meski Fasilitas Minim, Al-Hamid Tetap Lahirkan Santri Prestatif

 

Meski gedungnya masih meminjam kepada pihak lain, Pimpinan Pesantren Al-Hamid Drs. H. Ustadz Abdul Majid, M.Pd. tetap merintis dan mengumpulkan santri untuk diasuh dan dididik menjadi hafidz Al-Qur’an dan pemahaman ilmu-ilmu keagamaan.


Saat itu, santrinya baru beberapa anak saja. Sekarang jumlah santri pesantren yang beralamat di Jalan Haji Syarif, Desa Rora, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat tersebut berjumlah 90 orang.


Banyaknya santri tersebut menunjukkan animo masyarakat sangat baik untuk memasukan anak-anak mereka ke pesantren. Pasalnya, di Rora belum ada pondok pesantren. Sedangkan untuk memasukan ke pesantren yang sudah mapan fasilitasnya di desa lain, mereka tidak memiliki cukup uang.


Karena minimnya fasilitas tentu saja timbul banyak masalah di antaranya koordinasi dengan santri tidak maksimal karena belum menerapkan boarding school. Namun, di Tengah keterbatasan tersebut lahir santri-santri yang cukup prestatif.


Baru sepuluh bulan menimba ilmu di Al-Hamid, Dian Wahyuni dan Irsan Wijaya sudah hafal 5 juz Al-Qur’an. Sedangkan Putriayani dan Hasan hafal 4 juz. Adapun Warisun Abrar sudah hafal 2 juz Al-Qur’an dalam lima bulan. Selain itu, Dian Wahyuni pernah menjadi juara Qoriah Tingkat Kecamatan Donggo dan Kabupaten Bima. Sedangkan Putriayani pernah menjadi juara Tahfidz Tingkat Kecamatan Donggo.


Oleh karena itu Ustadz Abdul Hamid berencana membangun gedung sendiri di atas tanah beliau dengan rinciannya Asrama Santri Putra dan Putri beserta ruang kelas untuk kegiatan belajar untuk mereka.


“Pembangunan pondok moderen ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat dan kenyamanan para santri,” terangnya.


Sehingga meskipun para santri yang umumnya berasal dari keluarga dhuafa ini dapat mengakses fasilitas yang memadai dalam menghafal Al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman. Di samping itu, tentu saja pembinaan jadi lebih terkontrol lantaran bila sudah ada asrama para santri mondok di pesantren. Dengan demikian, Ustadz Abdul Hamid optimis insyaAllah akan lahir lebih banyak lagi santri yang bertakwa dan prestatif.


Untuk mendukung rencana mulia Ustadz Abdul Hamid, Badan Wakaf Al-Qur’an mengajak kaum Muslim berwakaf melalui program Wakaf Khusus Dakwah (WKD) pembangunan gedung dan fasilitas Pesantren Al-Hamid. Semoga pahala berlimpah terus mengalir kepada kita semua yang turut mendukung project wakaf ini. Aamiin.

 


Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.1.000.000.000 (Pembangunan tahap pertama)


Partner Lapang:

Drs. H. Ustadz Abdul Majid, M.Pd.

 


#BWA #InovasiWakaf #WKD #PembangunanPonpes #Bima