Warga dusun Karaku, sebetulnya tidak berada di Kabupaten Bima. Letaknya persis di perbatasan Bima - Dompu. Namun, sulitnya air ternyata tidak dibatasi oleh sekat kabupaten.

Pernah suatu hari, warga dusun Karaku berebut air bersih dengan warga Desa Madawau. Masjid Baaburrahman yang berada di perbatasan kedua wilayah tersebut, sering kali kesulitan air. Dampaknya, para jama'ah pun jadi sulit berwudhu dan bersuci.

Namun, itu cerita lama dari Doro Oromboha. Sejak 2014 lalu, perlahan namun pasti, Badan Wakaf Al-Qur'an bersama masyarakat Doro Oromboha, mulai membangun sarana air bersih berbasis wakaf dari para wakif dan donatur. Dengan semangat ukhuwah dan kemanusiaan, selama 4 tahun, akhirnya Project Doro Oromboha sampai pada pembangunan tahap 3, tahap akhir dari seluruh tahapan pembangunan sarana air bersih di Doro Oromboha.

Di tahap 3 ini, mitra lapang BWA bersama masyarakat Karaku dan Madawau bahu membahu untuk merampungkan project tersebut. Diawali dengan merenovasi Bak Utama di Mata Air Madasiwu, merapihkan jalur pipa, membersihkan dan merenovasi bak pembagi di Bumipajo, kemudian membangun bak di Karaku.

Pekerjaan selanjutnya, membangun instalasi pipa ke Madawau dan Karaku.

Mari sempurnakan sarana air bersih di Doro Oromboha yang akan di rasakan oleh masyarakat 4 desa 1 dusun. Salam dari masyarakat Bumipajo, Rora, Pemukiman, Madawau, dan dusun Karaku untuk para wakif dan donatur sekalian.

Pembangunan wakaf sarana air bersih untuk Madawau yang dilakukan BWA bersama partner lapang Pak Muhtar, telah dilaksanakan sejak bulan September 2018. Dengan semangat gotong royong, masyarakat membantu BWA membangun bak-bak penampung yang akan menjadi tempat penampungan dan pengaturan aliran air ke rumah-rumah mereka. Memasuki bulan Desember 2018, di NTB memasuki musim penghujan. Sehingga beberapa kali warga harus hujan-hujanan ketika mereka membersihkan dan merenovasi Bak Utama di desa Bumipajo. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat masyarakat dusun Karaku dan desa Madawau untuk mengalirkan air bersih ke rumah-rumah mereka.

Sejak September 2018 hingga awal Januari 2019, BWA bersama masyarakat telah berhasil membangun 4 bak penampung, yaitu di dusun Karaku, dusun Dorowulu, desa Madawau, dan di SDN 32 Dompu. Rencananya 4 bak penampung ini akan menampung aliran air yang telah sampai di bak penampungan di desa Rora. Masyarakat juga telah menyiapkan jalur pipa dan membersihkan semak-semak yang menghalanginya. Selain itu, BWA dan masyarakat di kaki gunung Doro Oromboha ini juga telah berhasil merenovasi instalasi pipa utama dari mata air Madasiwu dan bak utama yang sempat bermasalah karena tertutup lumpur musim penghujan.

Ada perasaan was-was dan pekerjaan sempat terhenti karena pipa yang dikirim dari Jakarta tidak kunjung tiba di Bima. Pasalnya, saat perjalanan, perjalanan truk pengangkut tersebut terhambat kondisi ombak di laut sehingga tidak memungkinkan memungkinkan kapal feri menyebrangkan logistik dan kendaraan ke Bima, NTB. Dengan izin Alloh, akhirnya truk pertama pengangkut pipa HDPE tersebut sampai di Doro Oromboha dengan selamat pada 7 Januari 2019, tinggal 1 truk lagi masih diperjalanan, menurut informasi, pada tanggal 8 januari 2019 masih di Sumbawa Alas. Semoga Alloh subhaanahu wa ta’ala memudahkan truk tersebut sampai ke Doro Oromboha.




Untuk mengalirkan air ke desa Madawau dan dusun Karaku, pekerjaan terakhir yang dibutuhkan adalah penggalian jalur pipa untuk instalasi pipa HDPE. Pekerjaan ini tidak kalah berat dengan membangun bak atau membersihkan serta merenovasi bak utama di desa Bumipajo. Harapannya pipa sepanjang 2700 m dapat terpasang sempurna pada bulan Februari atau awal Maret 2019, sehingga masyarakat dapat merasakan air bersih di musim kemarau nanti. InsyaaAllah.

Selain itu, project Wakaf Sarana Air Bersih tahap #3 di Doro Oromboha ini yang merupakan project terakhir dari 3 tahap pembangunan sarana air bersih di sana. Namun ternyata masih banyak membutuhkan dana, artinya masih terbuka lebar peluang bagi para donatur dan wakif untuk menginfakkan hartanya di jalan Alloh.

Sarana air bersih ini akan mengalirkan air untuk 400 KK, atau sekitar 1200 jiwa. Bayangkan, 1200 jiwa memanfaatkan air yang Anda berwakaf pada sarananya, berapa banyak pahala yang akan mengalir kepada Anda dan orang tercinta Anda. Mari selesaikan project ini dengan semangat lillaahi ta’ala.

"Hari ini gak bisa kerja”, “Hujan deras ni Pak”, “Kita nunggu hujan agak reda, sudah seharian hujan di Bima”. Begitulah isi chat di grup WhatsApp tim pelaksana Doro Oromboha tahap 3. “Kalau hujan begini, kondisi medan sangat berat pak” ujar Pak Muhtar, Partner Lapangan BWA di NTB, kalimat ini menggambarkan betapa sulitnya kondisi disana.

Pembangunan sarana air bersih di Kaki Gunung Doro Oromboha, perbatasan kabupaten Dompu dan kabupaten Bima, NTB, kini sudah pada tahap finishing instalasi pipa HDPE. Sepanjang 2,6 KM pipa harus selesai sebelum musim kemarau tiba. Agar masyarakat desa Madawau dan dusun Karaku dapat menikmati air bersih, yang sebelumnya sangat sulit di dapat, di musim kemarau.

Saat ini, musim hujan dengan debit yang cukup besar sedang mengguyur wilayah kaki gunung Doro Oromboha. Kondisi ini juga berdampak pada aktifitas masyarakat yang kerja bakti untuk menginstal pipa dari bak induk. Pak Muhtar dan masyarakat yang turut membantu harus siap siaga, saat hujan mulai reda, mereka harus bergegas meneruskan pekerjaan memasang pipa tersebut. Sebanyak 30-35 orang, mereka memaksimalkan tenaga ketika ada peluang hujan reda untuk melanjutkan pekerjaan besar ini.

Kondisi tersulit pada proses instalasi pipa HDPE ini adalah ketika mendaki terjalnya bebatuan pada kemiringan tanah hingga 60-70° sejauh 1,6 KM. Selain itu, tentu cuaca hujan menjadi kendala yang paling memberatkan.

Menurut Pak Muhtar, dengan cuaca seperti ini, tim yang ikut mengerjakan instalasi pipa harus siap siaga mengikuti komandonya. Sebab, kadang angin kencang juga tiba-tiba menerpa, serta kondisi ektrim lainnya. 

Bahkan ketika seketika hujan deras, seluruh tim yang ikut, harus segera turun gunung, karena dikhawatirkan akan ada longsor yang tentu ini berbahaya.

Akhirnya, Selasa (29/1) pipa HDPE 2,5 inch sepanjang 26 rol terpasang dengan baik.

Mari kita pikul bersama beratnya saudara kita mendapatkan air bersih di Doro Oromboha dengan berwakaf dengan wakaf terbaik. Semoga Alloh SWT memberikan keberkahan dan pahala jariyah bagi siapapun yang turut serta membangun sarana air bersih di sini.[BAP]

Pada 12 Maret 2019, alhamdulillah air dari sumber mata air Doro Oromboha telah sampai di desa Madawau.

Bapak Abdullah M. Tohir (79 tahun) lahir di dusun Doroluwu Desa Madawau, baru pertama kali merasakan namanya air bersih dari projek Badan Wakaf Al Quran.

Beliau menyampaikan, "Selama ini banyak program pemerintah baik di tingkat Kabupaten Bima Maupun Propinsi Nusa Tenggara Barat selalu gagal".

Kegembiraan tampak dari wajah Bapak Abdullah. Bagaimana tidak, sejak ia kecil, ia tak pernah merasakan begitu mudahnya mendapatkan air bersih. Kini, atas izin dan kuasa Alloh SWT. serta dukungan dari para wakif sekalian, air bersih itu memberikan senyum lebar di wajahnya. Semoga Alloh SWT. membalas seluruh kebaikan bapak ibu wakif sekalian.

Secara umum progres pembangunan wakaf sarana air bersih doro Oromboha tahap 3 mencapai 45%. Pencapaian ini karena akhir Februari lalu telah menyelesaikan pekerjaan di dusun Karaku.

Yuk selesaikan pembangunan wakaf sarana air bersih di Desa Madawau. Raih aliran pahala ditiap tetes air yang membasahi tenggerokan warga madawau yang berada di kaki gunung Doro Oromboha, NTB.