Tanggal 25 Juli 2019 lalu Tim Badan Wakaf Al Quran (BWA) melakukan survei teknis ke lokasi sumber air yang menjadi penyuplai utama air bersih bagi warga Dusun Sukoharjo. Survei ini merupakan survei lanjutan untuk memastikan skema teknik dan teknologi yang cocok untuk diimplementasikan pada proyek wakaf sarana air bersih di daerah ini.

Selama survei Tim BWA—yang terdiri dari personel Trisilo Broto, Sulardi, dan Didik Wahyu BWA—didampingi oleh mitra lapangan, Jumani, yang merupakan warga setempat. Untuk mencapai sumber air yang dimaksud, Tim Survei berjalan kaki ke dusun tetangga sejauh kurang lebih 500 meter. Dusun Dumpuh namanya. 

(Foto Bak Dusun Sukoharjo)

(Foto Bak Dusun Sukoharjo)

Sumber mata air di Dusun Dumpu ini berada di atas di lahan milik salah salah seorang warga. Masyarakat sekitar menyebutnya Belik. Sumber air Belik ini berupa sebuah sumur sedalam 2,5 meter dengan diameter sekitar 50 cm. Dari atas terlihat dasar sumur terisi dengan air setinggi kurang lebih 40 cm. Di dalam sumur tertanam 7 pipa kecil yang berguna untuk menyedot air untuk dialirkan ke bak penampung milik Dusun Sukaharjo. Setiap hari warga dari Dusun Sukoharjo berjalan kaki menempuh ratusan meter untuk mengantri di bak penampung, demi bisa membawa pulang sebanyak 20-30 liter air.

Namun bak tersebut tidak selamanya terisi air. “Di musim kemarau sumber air ini debitnya sangat kecil, sehingga pipa terkadang hanya menyedot angin, bukan air,” tutur Jumani. Di kala air di dalam bak kosong, warga berusaha menimba air ke dalam sumur. Air yang didapatkan juga tidak seberapa.

(Sumber Air Kecil (Belik) di Dusun Dumpuh)

(Sumber Air Kecil (Belik) di Dusun Dumpuh)

Menurut Jumani, Dusun Sukoharjo yang berada di Desa Argodai, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yoyakarta ini sudah berpuluh tahun menghadapi masalah kesulitan air bersih. Di musim penghujan saja debit air di daerah ini kecil dan berwarna coklat, apalagi di musim kemarau. Sementara untuk keperluan MCK (mandi, cuci, kakus), warga bertumpu pada aliran sungai, yang untuk mencapainya harus dengan berhati-hati karena jalan menuju sungai menurun, curam, dan jauh pula dari pemukiman penduduk.

Masyakarat Dusun Sukoharjo telah berupaya mengatasi persoalan kelangkaan air ini. Beberapa tahun lalu mereka mencoba membuat sumur-sumur bor di pinggiran sungai dengan menggali sampai kedalaman 9 meter. Lokasi ini dipilih dengan memperkirakan tempat tersebut merupakan daerah resapan air dan berharap di dalam tanahnya terdapat sumber air yang dapat dialirkan ke dalam bak penampung. Namun ternyata debit air yang diperoleh sangat kecil, hanya 0,1 liter/detik. 

Titik-Titik Potensial

Pada survei sebelumnya, Tim BWA membawa peralatan geolistrik untuk melakukan analisis ke beberapa titik di dusun yang potensial terdapat akuifer (lapisan yang membawa air). Dan, alhamdulillah ditemukan titik-titik potensi sumber air, yang bisa dibuatkan instalasi sarana air bersih. Titik itu berada di sekitar Belik, dekat bak penampungan air milik warga Dusun Sukoharjo.

Rencananya di tempat ini akan dibuatkan sumur bor sedalam 110 meter. Kemudian dibuat pipanisasi untuk memasukkan air ke dalam bak penampung. Volume bak penampung air juga akan ditambah, dari semula berkapasitas 9.000 liter ditingkatkan menjadi 12.000 liter, sehingga ketersediaan air semakin besar. Kini BWA sedang merancang skema pengerjaannya.

Dana yang diperlukan untuk program wakaf sarana air bersih atau Water Action for People (WAFP) di untuk warga Dusun Sukoharjo ini mencapai Rp 1.358.000.000. BWA akan terus mengupayakan penggalangan dana agar proyek WAFP ini terealisasi sampai tuntas. Demi membantu warga dusun Sukoharjo mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari mereka.

Susah diungkapkan kegembiraan warga Dusun Sukoharjo, Desa Argodadi menyaksikan kemajuan proyek pembangunan wakaf sarana air bersih atau Water Action for People (WAFP) di Dusun Sukoharjo, Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Proyek WAFP Sukoharjo saat ini telah memasuki realisasi pekerjaan yang pertama. Pada hari Senin, tanggal 11 November 2019 lalu mulai dilakukan pengerjaan pembuatan sumur bor untuk mendapatkan sumber air bersih. Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) menggandeng CV Rizqi Jaya Abadi sebagai mitra pengeboran, yang akan bekerja mengebor tanah sampai ke dalaman 100 meter. Lokasi dan kedalaman sumur  ditetapkan berdasarkan hasil survei dan analisis geolistrik yang dilakukan Tim BWA pada akhir Juli 2019. Ditargetkan proses pembuatan sumur bor selesai dalam 15 hari.

(Pengobran Titik Sumber Air)

(Pengeboran Titik Sumber Air)

Sehari sebelum pengeboran dilakukan, pada Ahad malam tanggal 10 November 2019, sekitar 40 warga berkumpul di lokasi, berdoa bersama agar proses pengerjaan sumur bor berjalan lancar. Warga terlihat begitu semangat dan kompak membaca beberapa ayat suci Al Qur’an, berdzikir dan berdoa bersama. Usai berdoa bersama, mereka membuat kelompok-kelompok kecil, kemudian berbagi tugas agar setiap hari ada warga yang memantau dan berjaga di lokasi pengeboran.

Kehadiran sumur bor merupakan impian bersama warga. Sudah berpuluh tahun lamanya Dusun Sukoharjo dilanda krisis air bersih. Setiap datang musim kemarau, warga dibalut kegelisahan dan kebingungan bagaimana mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Di musim penghujan saja debit air yang mengalir dari sumber air terdekat tidak begitu besar. Ketika kemarau, debit air itu berkurang drastis, hanya 0,1 liter/detik. Apalagi tahun ini, kemarau terjadi lebih panjang dari biasanya dan merupakan kemarau terpanjang dalam 5 tahun terakhir. Dropping air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta cukup membantu, tetapi tidak bisa diandalkan sepenuhnya karena jumlahnya terbatas.

(Proses Pengeboran)

(Proses Pengeboran)

Setelah pengeboran ini selesai, masih ada beberapa tahap yang perlu dilakukan untuk menuntaskan keseluruhan proyek pembangunan sarana air bersih di Sukoharjo. Di antaranya membuat tower air, perbaikan jaringan pipa dan instalasi jaringan listrik baru.

BWA mengajak para wakif untuk membantu pendanaan program WAFP di Dusun Sukoharjo ini agar pengerjaan proyek rampung tepat waktu sesuai rencana. Insya Allah wakaf yang diberikan menjadi tabungan amal di kemudian hari. Semoga Allah Subhanahu wata’aala menjadikan setiap tetes air yang dinikmati warga, kelak mengalirkan pahala dan kebaikan berlipat ganda bagi para wakif yang berpartisipasi.