Selangkah demi selangkah pembangunan Sekolah Mafatih atau Mafatih Quran Center (MQC) yang berlokasi di Pondok Bekasi, Bekasi, Jawa Barat menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.  Di penghujung tahun 2019 ini telah dilakukan pengecoran balok-balok struktur lantai 1, yang akan berfungsi sebagai penopang beban horizontal bangunan dan sebagai dudukan lantai 2. Proses pengecoran dilakukan tanpa putus-putus dari sore hingga tengah malam. Truk-truk pengaduk semen (truk mixer molen) berjejer di kawasan Sekolah Mafatih sampai proses pengecoran selesai.

 

(Proses Pengecoran)

Rencananya gedung yang dibangun di atas lahan seluas 300 meter persegi ini akan dibuat menjadi 3 lantai. Sebagian besar akan difungsikan untuk ruang kelas, menggantikan ruang kelas sekarang yang kondisinya cukup memprihatinkan.  Selama ini murid-murid Sekolah Mafatih belajar di aula masjid yang sebetulnya belum selesai dibangun. Bagian atap belum terpasang Plafon. Kelas-kelas dibuat dari sekat dinding-dinding tripleks. Suasana belajar kurang kondusif. Suara bising dari luar terdengar jelas saat guru menerangkan pelajaran.

Sekolah Mafatih merupakan sebuah Sekolah Dasar di kawasan Jatimelati, Pondok Melati, Bekasi  dengan murid sekitar 100 orang. Sekolah ini mencetak para penghafal Al Quran. Setiap tahun anak didik ditarget menambah hafalan 1-2 juz. Harapannya ketika lulus nanti murid-murid sudah hafal Al Quran minimal 10 juz. Salah seorang murid kelas 6 sedang dalam tahap menamatkan hafalan 30 juz. Dia terpilih mewakili Kota Bekasi dalam mengikuti Festival Qiraati Nasional ke VIII di Semarang pada November 2019 yang lalu. Di Sekolah Mafatih murid-murid dibimbing menghafal Al Quran sesuai dengan kemampuannya. Tidak ada paksaan. Para guru setiap hari senantiasa memotivasi murid-murid untuk semangat menghafal Al Qur’an dengan menceritakan kisah-kisah penuh hikmah dalam Al Quran.

Kehadiran gedung baru diharapkan dapat menambah semangat anak-anak untuk lebih giat lagi belajar. Ustadz Yan Sofyan, Ketua Yayasan Syubban Islam penyelenggara Sekolah Mafatih mengungkapkan berdirinya balok-balok struktur lantai 1 ini akan menguatkan bangunan gedung sekolah sehingga kokoh dalam jangka panjang.  Ini sekaligus menguatkan harapan akan lahirnya para penghafal Al Qur’an dari sekolah ini, yang kelak dapat menebarkan manfaat bagi masyarakat dan menjadi penerus kejayaan Islam. Harapan ini pula yang diucapkan seorang ibu tua yang dibimbing oleh Allah SWT melangkahkan kakinya untuk berinfaq ke Sekolah Mafatih.

Sangat diharapkan, pembangunan gedung sekolah berlantai 3 yang dilengkapi dengan arena bermain  dapat selesai sebelum tahun ajaran 2020/2021 pada bulan Juli nanti, sehingga murid-murid dapat belajar dengan suasana yang lebih layak. Namun, kelangsungkan pekerjaan masih terkendala dana.

Karenanya, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) mengajak para wakif untuk membantu mewujudkan harapan ini. Semoga Allah SWT mengijabah harapan dan niat baik kita semua, serta secara khusus melimpahkan berkah dan kemuliaan kepada para wakif yang berpartisipasi membantu pembangunan Sekolah Mafatih.